BETANEWS.ID, JEPARA – Dalam rangka mengendalikan inflasi daerah sekaligus untuk meringankan beban masyarakat di tengah naiknya harga pangan menjelang Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mengadakan Pasar Murah Ramadhan di Shoping Center Jepara (SCJ), Rabu (27/3/2024).
Pj. Bupati Jepara, Edy Supriyanta mengatakan dalam kegiatan pasar murah tersebut disediakan 2.475 paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, telur ayam, gula pasir, dan tepung terigu. Masyarakat cukup membayar Rp82 ribu untuk menebus satu paket sembako.
Baca Juga: Takut Ketahuan, Remaja di Jepara Tega Bekap Bayi Baru Lahir hingga Meninggal
Adapun total yang disediakan yaitu 7.950 ton beras, 3.075 liter minyak goreng, 2.475 kg telur ayam, 2.475 kg gula pasir, dan 2.475 kg tepung terigu.
“Harga semula tadinya Rp 112 ribu, tetapi kemudian ada subsidi masyarakat cukup membayar Rp 82 ribu,” katanya.
Kegiatan tersebut menurutnya juga menjadi komitmen pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat serta menjaga ketersediaan dan kestabilitasan bahan pokok menjelang hari raya Idul Fitri.
“Tidak usah kawatir, stok kepokmas aman. Pemerintah akan terus berusaha menjamin ketersediaan kepokmas,” ujarnya.
Selama bulan ramadhan, menurutnya Pemkab Jepara rakan mengadakan 15 kali operasi pasar murah diseluruh kecamatan kecuali Karimunjawa. Sampai sekarang operasi pasar murah sudah terlaksana sebanyak lima kali dan akan terus dilakukan sampai tanggal 4 april 2024.
Ia berharap, pasar murah menjadi langkah Pemkab Jepara untuk menciptakan lingkungan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat serta bertujuan untuk kesejahteraan bersama.
Baca Juga: Pantai Teluk Awur Rusak Diterjang Banjir, Pedagang: ‘Harus Ada Pengerukan Sungai’
Dalam kesempatan tersebut ia juga menyerahkan bantuan beras secara simbolis sebanyak 42.850 kilogram kepada 8.572 nelayan yang nantinya setiap nelayan akan menerima lima kilogram per orang.
“Meski tidak seberapa, saya harap bantuan ini dapat meringankan beban para nelayan menghadapi masa paceklik akibat gelombang tinggi massa baratan,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

