Demi Bisa Dapat Beras, Mbah Saedan Terpaksa Harus Mengais Padi Sisa Panen

BETANEWS.ID, PATI – Laki-laki tua itu tampak menyisir area persawahan yang saat itu sedang dipanen oleh pemiliknya. Ia terlihat memotong tanaman padi yang tersisa usai dipanen. Warga lanjut usia (lansia) bernama Saedan itu, kemudian tampak memasukkan potongan tanaman padi ke dalam karung yang dibawanya.

Hal seperti ini, biasa ia lakukan ketika ada pemilik sawah yang melakukan panen padi. Mbah Saedan terpaksa harus mengais padi sisa panen di sawah agar bisa mendapatkan beras untuk dimakan.

Mahalnya harga beras dan keterbatasan ekonomi, membuat Mbah Saidan harus memutar otak agar bisa mendapatkan beras untuk makan sehari-hari, meskipun hal tersebut dilakukan dengan cara mengais padi sisa panen di lahan milik orang.

-Advertisement-

Baca juga: Usia Senja Tak Halangi Mbah Tumari Jualan Es Dawet yang Harganya Cuma Rp5 Ribu 

“Ya untuk makan sehari-hari. Lha sawah nggak punya,” ujar Mbah Saedan, warga Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo, Pati, Selasa (12/3/2024).

Apalagi, katanya, saat ini harga beras di pasaran juga mahal. Sehingga, ia yang memiliki keterbatasan ekonomi, terpaksa harus menempuh jalan lain agar bisa mendapatkan beras seperi orang lain pada umumnya.

Ia mengaku setiap kali ada pemilik sawah melakukan panen padi, khususnya di kawasan Jambean Kidul, dirinya datang ke lokasi untuk mengambil padi yang merupakan sisa panen.

Baca juga: Warga Kudus Ini Terpaksa Batal Pergi Haji, Alasannya Mengharukan 

“Ya namanya orang gresek, metil (mengais atau mengambil sisa padi), ya di mana saja yang ada panen,” imbuhhya.

Jika beruntung, dirinya bisa mendapatkan satu hingga dua kilogram gabah yang bisa dibawa pulang. Nantinya, gabah itu dikeringkan dan sampai diproses menjadi beras. Terkadang, ia mengaku diberi tambahan oleh sang pemilik sawah. Sehingga, ia bisa membawa pulang padi lebih banyak.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER