BETANEWS.ID, KUDUS – Hujan yang mengguyur selama beberapa hari membuat beberapa wilayah di Kudus terendam banjir, seperti yang terjadi di Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan.
Nor Saikhan, Ketua RT 04/02 menyampaikan, selain disebabkan oleh curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir ini, banjir juga disebabkan oleh adanya luapan air sungai dari Desa Temulus dan Mejobo. Air mulai masuk ke permukiman warga sejak Kamis (14/3/2024) pukul 02.30 WIB.
Baca Juga: Petani Karangrowo Kudus Babak Belur; Harga Gabah Turun, Padi Siap Panen Kebanjiran
“Saat sahur itu saya informasikan kepada warga bahwa air sudah mulai masuk, tapi saya juga berpesan untuk jangan panik. Namun harus tetap waspada,” ujarnya.
Saikhan mengungkapkan, banjir yang terjadi di desanya merupakan makanam rutin tiap tahun. Pada tahun 2019 sebenarnya sudah dilakukan salah satu upaya pencegahan yakni dengan melakukan peninggian jalan.
“Tahun 2019 sebetulnya sudah ditinggikan jalannya sekitar 50 centimer. Tapi ternyata masih banjir, pernah untuk minta dibuatkan gorong-gorong di jalan raya itu. Hingga saat ini belum direalisasikan padahal sudah minta lama,” ungkap Saikhan.
Baca juga: Bendung Wilalung Berstatus Awas, Dibuka 10 Cm ke Arah Sungai Juwana
Sementara itu, hingga saat ini air banjir berada diketinggian 10 centimeter di atas permukaan jalan. Sedangkan, untuk halaman rumah hingga kediaman para warga mencapai sekitar 40 centimeter.
“Kalau banjir tahun kemarin butuh waktu hampir satu bulan untuk surut. Tanpa bantuan pompa penyedot air,” ujarnya.
Editor: Haikal Rosyada

