Petani Karangrowo Kudus Babak Belur; Harga Gabah Turun, Padi Siap Panen Kebanjiran

BETANEWS.ID, KUDUS – Nasib nahas menimpa petani Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Mereka harus gigit jari lantaran ratusan hektare tanaman padi siap panen malah tergenang banjir. Nasib mereka bak peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga, karena selain terancam gagal panen, harga gabah juga terus merosot.

Salah satu petani, Hawi Sukamto, mengatakan, ada sekira 700 hektare tanaman padi siap panen yang tergenang banjir. Akibatnya, tanaman padi itu tak bisa dipanen menggunakan mesin combine.

“Genangan banjir di sawah karena curah hujan yang tinggi. Selain itu banyak sungai yang dangkal, sehingga aliran air tak lancar yang kemudian membanjiri sawah kami,” ujar Hawi saat ditemui di area sawahnya, Kamis (14/3/2024).

-Advertisement-

Baca juga: Jalur Alternatif Kudus-Pati di Mejobo Tergenang Banjir Selutut, Banyak Motor Mogok

Menurut Hawi, apabila hujan masih terus terjadi, ia pun khawatir genangan banjir yang terjadi sejak tiga hari lalu itu makin tinggi dan menjadikan petani babak belur.

“Saat ini saja harga gabah turun drastis menjadi Rp6 ribu dari yang semula Rp8 ribu per kilogram. Kami khawatir, harga akan terus merosot dan kami makin merugi. Apalagi jika banjir makin tinggi, dan menggenangi padi siap panen kami, bisa terancam tak laku,” bebernya.

Disinggung kenapa tak dipanen menggunakan tenaga manusia, kata Hawi, saat ini mencari kuli panen sangat susah. Apabila, ongkosnya bisa tiga kali lipat dari biaya sewa mesin combine.

“Jika dipanen menggunakan mesin combine paling biayanya Rp400 ribu per kotak atau luas 1.400 meter persegi, tapi jika menggunakan tenaga manusia ongkosnya bisa membengkak jadi Rp1,2 juta. Kami takutnya hasil panen tidak sepadan dengan ongkos tenaga panen serta biaya perawatan,” ungkapnya.

Baca juga: Pedagang Keluhkan Pasar Wates Kudus Setiap Hujan Deras Selalu Tergenang

Menurut Hawi, hal tersebut sudah terjadi hampir tiap tahun ketika musim hujan. Sebab, area persawahan di desanya tersebut seperti cekungan dan jadi jujugan air. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah untuk menormalisasi sungai, agar petani di Desa Karangrowo tak selalu merugi karena gagal panen.

“Harapannya, agar pemerintah mendengarkan jeritan kami para petani. Mohon, sungai-sungai yang ada itu dinormalisasi. Sungai yang dipenuhi eceng gondok mohon dibersihkan, agar aliran air bisa lancar ke Sungai Juwana,” harapnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER