BETANEWS.ID, KUDUS – Ketinggian banjir di Desa Jetis Kapuan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus Jumat (15/3/2024) hampir mencapai 1 meter. Namun warga di wilayah tersebut masih memilih untuk bertahan.
Salah satu warga, Noor Jannah mengatakan, banjir yang melanda Desa Jetis Kapuan terjadi sejak Kamis (14/3/2023). Air mulai menggenangi akses jalan sejak Rabu (13/3/2024). Tingginya curah hujan yang mengguyur Kabupaten Kudus membuat genangan air semakin tinggi.
Baca Juga: Berkat Galah, 2 Santri Selamat dari Sampan Terbalik di Banjir Kudus
“Kemarin banjirnya tidak seberapa. Jadi genangan air mulai ada sejak Rabu, sekitar 4-5 centimeter di depan rumah saya. Kemudian air semakin bertambah dan cepat, sehingga saat ini ketinggian air bervariasi antara 50-90 centimeter,” bebernya saat ditemui, Jumat (15/3/2024).
Noor saat ini memilih bertahan di rumah karena rumahnya memang lebih tinggi dari jalan
“Sekarang dua tahun sekali, kalau dulu empat tahun sekali waktu masih muda. Sekarang dua tahun sekali, banjirnya pasti segini. Karena biasanya memang curah hujan tinggi sama dampak kiriman dari beberapa daerah. Pokoknya kalau daerah Mejobo sana banyak air yang ujungnya kesini,” ujar warga RT 1 RW 2 Desa Jetis Kapuan.
Warga lain, yakni Abdurokhim juga masih bertahan di rumahnya. Menurutnya, rumah yang sudah tergenang air dengan ketinggian 50 centimeter, terpaksa tetap bertahan. Hal itu ia lakukan untuk menjaga barang-barang berharga yang kemungkinan saja tidak aman.
“Ketinggian air yang masuk rumah setengah meter, sampai saat ini masih bertahan di rumah. Kalau ngungsi takutnya barangnya mas, soalnya rumah berada di keramaian dan rawan.
Baca Juga: Banjir di Kudus Telan Korban, 3 Santri Meninggal Tenggelam Saat Main Sampan
Meski begitu, ada satu keluarga yang mengungsi di gedung PKK Desa Jetis Kapuan. Mereka adalah keluarga dari Aziz, yang merupakan warga RT 1 RW 3, Desa Jetis Kapuan. Bersama istri dan dua anaknya, mereka mulai mengungsi sejak kemarin, Kamis (14/3/2024) siang.
Aziz menuturkan, kondisi rumah yang tak bisa dihuni lagi, sementara masih mempunyai anak kecil, pihaknya memilih mengungsi. Dengan ketinggian air sekitar 50 centimeter, air masuk ke dalam rumahnya sejak kemarin. Menurutnya, penyebab banjir di sana, karena intensitas curah hujan yang cukup tinggi, mulai Selasa hingga sekarang.
Editor: Haikal Rosyada

