BETANEWS.ID, KUDUS – 150 hektare persegi sawah siap panen di Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kudus terendam banjir. Jumlah kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp7,5 miliar.
Sunari, Ketua P3A Undaan Lor mengungkapkan, air menggenangi lahan pertanian sejak Selasa (12/3/2024) lalu. Hal tersebut disebabkan hujan lebat serta dibukanya Bendung Wilalung.
Baca Juga: Banjir di Jalan Kudus-Purwodadi Tambah Tinggi, Capai 70 Cm
“Ada sekitar 150 hektare sawah yang terkena banjir. Yang gagal total panen di area blok dul kadir saja, tapi kalau luas keseluruhan 450 hektare,” jelasnya, Selasa (19/3/2024).
Lahan pertanian tersebut seharusnya sudah siap dipanen. Namun, karena terendam air banjir dalam kurun waktu yang lama, sejumlah lahan gagal panen.
“Ini ya sudah termasuk gagal total, soalnya mau dipotong dan diambil sudah tidak bisa karena airnya tinggi. Seharusnya, kalau seminggu lalu tidak hujan lebat sudah habis dipanen,” terangnya.
Padahal, saat itu harga jual padi sedang naik-naiknya, tiap hektare sawah dijual dengan harga Rp50 juta.
“Kemarin harganya kan pas lagi mahal-mahalnya, sekitar Rp1 juta lebih per kuintalnya, itu baru beberapa sawah yang bisa dipanen yang lain keburu terendam air,” bebernya.
Baca Juga: Berkah Banjir, Jasa Angkut Motor di Tanjungkarang Setengah Hari Bisa Hasilkan Rp3 Juta
Sunari melanjutkan, jadi kerugiannya bisa dihitung dari Rp50 juta itu dikali 150 hektar luas lahan yang terendam. Memang sudah gagal total mau dipanen bagaimana, paling dapatnya tidak seberapa.
“Tanamannya macam-macam ada yang padi, ada juga yang ketan. Sekarang ya warga cuma bisa pasrah bersyukur rumahnya tidak ikut terendam banjir,” ujarnya.
Editor: Haikal Rosyada

