BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disnakerperinkop dan UKM) akan melanjutkan program latihan kerja dengan anggaran Rp4,5 miliar. Pelatihan yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) ini pendaftarannya sudah dibuka.
Kepala Disnakerperinkop dan UKM Kabupaten Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati, menyampaikan, pelatihan kerja tersebut guna meningkatkan keterampilan warga untuk bekal terjun ke dunia kerja maupun wirausaha.
“Di tahun 2024 pelatihan kerja tetap ada. Anggarannya Rp4,5 miliar yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT),” ujar Rini saat ditemui di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT), belum lama ini.
Baca juga: Pelaku UMKM Kudus Disebut Gaptek, Pengoptimalan e-Katalog Terkendala
Rini mengatakan, tahun ini pihaknya akan menyelenggarakan 26 jenis pelatihan kerja dengan 75 paket pelatihan, di antaranya, barbershop, anyaman, pelatihan las, mesin, tata rias pengantin, hantaran, dan merajut.
“Kemudian ada juga pelatihan pembuatan souvenir, pengolahan buah, pengolahan ikan, dan lain sebagainya,” rinci Rini.
Pelatihan kerja ini, sambung Rini, akan menyasar kurang lebih 2.300 orang, dengan kriteria pekerja rokok, kemudian keluarga pekerja rokok, pekerja yang kena PHK, serta masyarakat umum.
“Syarat utama untuk ikut pelatihan kerja di Disnakerperinkop dan UKM adalah harus warga Kudus. Bagi masyarakat umum minimal usianya 17 tahun,” jelasnya.
Baca juga: Berkah Pemilu, Penyewaan Printer di Kudus Banjir Permintaan
Saat ini, ungkap Rini, sudah dimulai pendaftaran bagi masyarakat Kudus yang ingin ikut pelatihan kerja. Kemungkinan, bulan ini pula (Februari) ada beberapa pelatihan kerja yang akan dimulai.
“Tujuan pelatihan kerja ini memang untuk memberikan pelatihan keterampilan bagi warga Kudus. Agar mereka punya skil untuk masuk dunia kerja atau pun berwirausaha. Sehingga, harapannya bisa mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Kudus,” harapnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

