BETANEWS.ID, KUDUS – Kabar tentang penggunaan printer di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 14 Februari nanti membuat berbagai toko komputer maupun printer kebanjiran order sewa printer.
Seperti yang terjadi toko Horisona Komputer, sang pemilik, Moh Zaenal Arifin mengatakan, unit printer yang dia miliki semua sudah disewakan pada tanggal tersebut, namun masih banyak yang bertanya dan ingin menyewa.
Baca Juga: Logistik Pemilu 2024 di Demak Rampung Dikemas, Akan Diditribusikan Mulai 10 Februari
“Ini memang sedang ramai sewaan printer, mas. Tadi pagi saja masih banyak yang telpon, ingin menyewa printer. Tapi kondisi barang sudah kosong, sehingga tidak bisa melayani. Tapi kalau memang berani harga tinggi, saya berani mengambil printer baru untuk kebutuhan mereka,” ujar Arifin saat ditemui di tokonya, Kamis (1/2/2024).
Bahkan ia mengaku, permintaan sewa printer itu sudah masuk sejak Desember 2023 lalu. Namun pihaknya tidak mengetahui secara pasti untuk kebutuhan apa printer akan digunakan. Di bulan Januari ia kemudian mengetahui, bahwa sewa printer itu akan digunakan untuk kebutuhan Pemilu 2024.
“Sesuai informasi setiap TPS katanya Harus ada satu print, sehingga permintaan penyewaan prinert saat ini sangat banyak sekali,” ungkapnya.
Arifin menuturkan, sejauh ini pihaknya sudah ada belasan unit printer yang disewakan. Tujuh unit printer tinta dan lima unit printer laserjet. Meski begitu, menurut informasi yang ia dapatkan, kebutuhan printer di setiap TPS itu printer yang bisa untuk dibuat scan dan copy.
“Untuk harga penyewaan printer dulu saat belum ramai seperti ini Rp 300 ribu. Tapi sekarang harganya Rp 450-500 ribu untuk digunakan sehari saat pemilu nanti,” tutur warga Gribig RT 5 RW 2, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus itu.
Dua belas unit printer tersebut, katanya, sudah disewa dari berbagai daerah yaitu Kudus dan Jepara. Sementara, printer sewa itu sudah dibayar dengan uang muka sebagai jaminan dan benar-benar disewa untuk tanggal 14 Februari 2024.
Sementara Mustiko Dwi Setyadi menambahkan, pihaknya juga menyewakan dua unit printer bagi peminat. Ia bahkan mengaku tidak berani menyewakan banyak, dengan pertimbangan memikirkan resiko dan kendala saat print disewakan.
“Sebab, tidak semua orang itu paham IT, sehingga misal ada kendala harus dilakukan perbaikan. Selain itu saya juga kerjasama teman untuk backup jika terjadi sesuatu print yang disewa oleh pelanggannya,” terang Tiko.
Baca Juga: Siltap 2024 Disetujui, 5 Perades Tergo Ikhlaskan 2 Bulan Gaji yang Belum Dibayar
Sementara, salah satu anggota KPPS yakni Dyah Ayu membenarkan, di setiap TPS membutuhkan printer untuk kebutuhan print, scan, dan copy saat Pemilu nanti. Menurutnya, kebutuhan printer nantinya akan sangat dibutuhkan.
“Jadi printer akan digunakan cetak daftar hadir DPT, cetak salinan C hasil, dan digunakan untuk scan KTP DPK, lalu print sebagai bukti bahwa ada DPK di TPS masing-masing,” imbuhnya saat dikonfirmasi melalui telepon.
Editor: Haikal Rosyada

