BETANEWS.ID, DEMAK – Banjir di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak akibat jebolnya tanggul Sungai Wulan menenggelamkan ribuan rumah. Ribuan warga pun sudah diungsikan. Namun, ada beberapa warga yang enggan untuk mengungsi dengan alasan menjaga harta bendanya.
Warga yang tidak mengungsi, tampak mendirikan tenda-tenda terpal di atas tanggul Sungai Wulan. Beberapa barang berharga, antara lain kulkas, sound aktif, gabah dan lainnya juga ditutup terpal agar aman dari hujan.
Baca juga: Parno Hanya Bisa Makan Mi Mentah Karena Tak Kebagian Jatah Makan
Salah satu warga enggan mengungsi dan tinggal di tenda terpal yakni Sukarti (48). Saat ini rumahnya kebanjiran dengan ketinggian air 3 meter. Namun, ia menolak untuk mengungsi di tempat yang telah disiapkan.
“Kami mendirikan tenda di tanggul Sungai Wulan ini sejak Kamis (8/2/2024) ketika tanggul jebol dan banjir. Saya dan suami tidak mengungsi. Tempat pengungsian kan jauh. Saya memilih bikin tenda di tanggul, untuk menjaga barang-barang berharga di rumah,” ujar Sukarti kepada Betanews.id kepada Betanews.id saat ditemui di tenda birunya.
Warga Dukuh Norowito, Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, itu mengaku tinggal di tenda sebenarnya sangat menyiksa. Ketika malam tak bisa tidur, selain karena dingin juga banyak nyamuk.
“Kalau malam itu dingin banget dan nyamuknya banyak. Jadi gak bisa tidur. Sebenarnya kami butuh bantuan selimut,” bebernya.
Untuk makan, kata Sukarti, suaminya harus ke Jembatan Tanggulangin untuk meminta nasi bungkus dan air mineral. Karena jika tidak, mereka sekeluarga tak bisa makan dan minum.

