BETANEWS.ID, DEMAK – Beberapa korban banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Wulan di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, enggan untuk mengungsi. Demi menjaga harta benda, mereka memilih tinggal di tenda di Tanggul Sungai Wulan, tak jauh dari rumah mereka yang terendam.
Beberapa tenda terpal beraneka warna tampak berbanjar di Tanggul Sungai Wulan. Tenda-tenda ini ditinggali warga untuk sementara waktu, hingga bajir surut dan rumah mereka bisa ditempati kembali. Beberapa warga pun tampak beraktivitas di dalam tendanya.
Baca juga: 50 Pengungsi Banjir Karanganyar Demak Periksakan Kesehatan ke Posko
Korban banjir yang enggan mengungsi dan pilih mendirikan tenda salah satunya adalah Nurjanah. Dia mengaku enggan mengungsi karena ingin menjaga harta bendanya, meski tiap malam tak bisa tidur karena nyamuk dan sempat tendanya disatroni ular.
“Tiap malam gak bisa tidur. Nyamuknya banyak dan dingin. Selain itu juga ada semut dan hampir saja digigit ular,” ujar Nurjanah kepada Betanews.id saat ditemui di tendanya, Sabtu (10/2/2024).
Untungnya, kata dia, saat ada ular akan masuk tenda suaminya belum tidur, sehingga ularnya langsung diusir. Tenda yang dibuatnya memang sangat sempit dan tebuka karena tidak memiliki pintu.
“Apalagi ketika hujan, tenda bocor dan dipastikan tidak bisa tidur,” ungkap warga Dukuh Norowito, Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak tersebut.
Untuk makan, lanjutnya, mereka mengandalkan bantuan. Karena letak tenda mereka dengan posko bantuan cukup jauh, harus ada salah satu dari mereka yang mengambil makanan ke posko yang ada di Jembatan Tanggulangin.
“Kalau masih ada stok biasanya dapat nasi bungkus, kalau tidak paling kita masak seadanya,” bebernya.

