BETANEWS.ID, DEMAK – 50 orang dari 29 KK (Kartu Keluarga) tercatat telah memeriksakan kesehatan di posko kesehatan hingga pukul 11.00 WIB.
Posko kesehatan yang berada di tenda pengungsian jembatan Tanggulangin saat ini tengah mencatat belum ada keluhan penyakit parah yang diderita korban banjir Karanganyar, Demak. Baik anak-anak, remaja maupun orang tua yang telah memeriksakan kesehatan di posko tersebut dengan penyakit ringan.
Baca Juga: Bupati: “Kami Sudah Kerahkan Nakes untuk Korban Banjir di Karanganyar Demak”
Tim kesehatan Dinkes Demak, dr Ade Ritanti Martah mengatakan, keluhan penyakit yang diderita korban banjir, baik di pengungsian ataupun korban yang baru dievakuasi sejauh ini masih aman. Hanya saja keluhan para korban sejauh ini merupakan penyakit yang masih ringan.
“Keluhan sejauh ini masih aman, cuma batuk dan pilek. Sementara untuk penyakit diare belum ada sampai saat ini. Kalau ada keluhan penyakit parah langsung dibawa ke RS. Sebab, posko ini hanya transit bagi korban yang baru dievakusi dan untuk melayani pengungsi yang masih di sini,” bebernya.
Ia menjelaskan, pendirian posko kesehatan yang sebelumnya digunakan untuk pengungsi di tenda darurat dari BPBD Kudus itu sejak pagi ini, Sabtu (10/2/2024). Sebelumnya, pihaknya yang juga dr Umum di Puskesmas Karanganyar 1 itu mendirikan posko di bawah jembatan sejak kemarin.
“Posko ini ada sudah dari kemarin. Karena kondisi Puskesmas Karanganyar 1 juga tenggelam, tadi tim medisnya yang daerah Kudus atau daerah yang tidak terdampak banjir. Kemudian secara cepat menindaklanjuti supaya ada tim medis di posko kesehatan di Tanggulangin,” ungkapnya.
Tim medis PT Pura Group, dr Untung Hadi Wijoyo menambahkan, ada sebanyak 50 orang korban banjir memeriksakan kesehatannya di sana. Ia juga menyebut, sampai saat ini keluhan penyakit dari pengungsi masih teringikasi ringan.
“Sampai saat ini kami melaksanakan sekitar ada 50 orang. Jadi rata-rata tadi dari ibu-ibu dan bapak-bapak, menderita masalah gatal dan nyeri di pulung hatinya. Jadi untuk diare cuma ada satu sampai dua orang saja. Keluhan lain seperti pusing dan batuk pilek,” tuturnya.
Menurutnya, PT Pura Group saat ini tengah menerjukan 8 personil, dimana setiap satu posko terdapat dua orang. Pihaknya berencana untuk tetap melakukan kegiatan itu hingga bencana banjir di sana mulai surut.
Baca Juga: Cerita Nahas Edi, Truk Mogok dan Seketika Terjebak Banjir di Jalan Pantura Demak
“Sampai saat ini untuk penyakit parah itu Alhamdulillah tidak ada. Jadi keluhannya itu seperti tadi kebanyakan adalah keluhan masuk angin,” terangnya.
Sementara, salah satu korban banjir, Sugianto mengaku, sedang memeriksakan kesehatan di posko. Menurutnya ia sedang mengalami sakit kelapa (pusing) dan pegal.
Editor: Haikal Rosyada

