BETANEWS.ID, KUDUS – Rismanto siang itu tampak telaten melayani satu demi satu pembeli yang silih berganti berdatangan di warung Mbah Zaeni. Dibantu ibu dan karyawannya, pria berusia 36 tahun itu juga terlihat mengantarkan menu yang dipesan oleh pembeli.
Suasana warung yang begitu ramai saat jam istirahat, membuat pria yang akrab disapa Kris tak sempat meluangkan waktu untuk beristirahat. Meski begitu, ia terlihat ramah kepada setiap konsumen yang berdatangan. Saat ditemui di warung yang berada di Desa Loram Kulon RT 1 RW 1, Kecamatan Jati, Kris pun bersedia berbagi kisahnya mewarisi usaha milik neneknya yang berdiri sekitar 1980-an tersebut.
“Sejak SMP dulu sudah membantu ibu melayani pembeli. Tapi memang pada saat itu hanya membantu. Artinya tidak setiap saat berada di warung, karena ada aktivitas sekolah yang harus dijalankan,” bebernya, Selasa (16/1/2024).
Baca juga: Kisah Jatuh Bangun Tara Rintis Bintarti Florist: Dari Diremehkan hingga Bisa Hasilkan Cuan Gede
Setelah lulus SMA, Kris pun sempat bekerja menjadi sales di beberapa perusahaan selama kurang lebih dua tahun. Bahkan dia pernah ditawari menjadi SPG rokok di salah satu perusahaan besar yang dikirim ke Jakarta. Namun, ia menolaknya karena kasihan melihat ibunya yang harus mengurus warung.
“Di sisi lain, waktu itu ibu sakit dan saya mendapat tawaran SPG rokok yang saat itu gaji seharinya Rp200 ribu, sekitar 2007 lalu. Namun saya mempertimbangkan itu dan menolaknya karena keadaan ibu. Kemudian waktu saya fokuskan untuk terjun di warung dan tidak lagi bekerja ikut orang,” ungkap Kris.
Ia mengaku, saat itu sudah banyak pembeli yang berdatangan di warungnya, meski berada di dalam kampung dan jauh dari keramaian. Melihat semakin hari warungnya yang semakin ramai, anak kedua dari tiga bersaudara itu kemudian membuat tempat lesehan dan gazebo untuk pembeli yang sempat makan ngemper di depan teras rumah.
“Jadi saya mulai fokus di warung sejak 2007. Berselang satu tahun, saya buatkan tempat yang nyaman untuk pembeli, karena semakin ramai. Mereka dari semua kalangan, mulai anak muda, pekerja kantor, hingga keluarga ke sini,” tuturnya.
Baca juga: Yatim Piatu Sejak SMP hingga Putus Sekolah Tak Buat Ainur Putus Asa Cari Rezeki Halal
Warung yang buka setiap hari mulai pukul 8.30-18.00 WIB itu menyediakan berbagai menu makanan seperti cemeding, sop kerbau, pecel, rujak, rujak cingur, kinco bandeng, rames dan lodeh. Selain itu juga menyediakan berbagai macam gorengan bakwan, tahu susur, tempe mendoan, saren, martabak, bolang-baling, dan lain sebaginya.
“Untuk harga menu makanan mulai dari Rp 5-12 ribu. Sementara untuk camilan mulai dari seribuan. Yang menjadi favorit di sini adalah cemeding, sop kerbau,dan pecel,” rincinya.
Editor: Ahmad Muhlisin

