BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pembeli tampak mengerubungi penjual kojek atau pentol di depan SMPN 1 Jati, Kudus. Mereka datang silih berganti seperti tak pernah putus hingga pentol yang disiapkan Muksin tandas hanya dalam beberapa jam.
Jajanan satu ini memang setiap harinya mengundang banyak orang. Bahkan, saat penjualnya baru datang sekitar pukul 09.00 WIB, orang-orang sudah banyak yang menunggu. Jika tak segera merapat, jangan menyesal jika tak kebagian.
Usai dagangannya habis, Muksin pun bersedia memberikan informasi tentang usahanya itu. Ia mengaku, penjualan kojek selalu laku keras, hingga bisa menjual sampai 18-20 kilogram setiap harinya. Belum lagi, tahu yang setiap harinya menghabiskan empat papan atau sekitar 200 kotak. Bahkan, banyak pembeli yang kecewa saat kojek yang dijualnya sudah habis.
Baca juga: Cireng di Sucen Kudus Ini Viral Banget, Jualan 2 Jam Langsung Ludes
“Alhamdulillah ramai terus. Ya, di syukuri saja apa yang telah diberikan. Sebenarnya saya buat sampai 25 kilogram itu bisa habis, tapi capek. Jadi, ya, hanya itu saja,” bebernya saat ditemui, Selasa (9/1/2024).
Saking ramainya, ia seringnya jualan hanya dalam empat jam. Menurutnya, pelanggannya itu dari semua kalangan, mulai dari Kudus, Pati, Jepara, Demak, hingga Grobogan.
“Untuk pembeli mulai dari anak-anak sampai orang tua. Juga ada banyak pelanggan dari kalangan pendangdut lokal yang berlangganan hingga sekarang,” ungkap warga Desa Damaran RT 3 RW 1, Kecamatan/Kabupaten Kudus tersebut.
Baca juga: Pecinta Pedas Wajib Merapat ke Pangsit Dower Kak Uqy yang Harganya Murah Meriah
Pria berusia 50 tahun itu menjual kojek dengan harga yang terjangkau. Muksin pun tak mematok harga khusus. Bahkan beli Rp1.000 pun ia ladeni yakni mendapatkan lima buah kojek. Sementara untuk tahu dijual dengan harga Rp500 per biji.
“Mungkin mereka sudah cocok dengan rasa kojek di sini dengan bumbu kacang yang levelnya bisa sampai 30. Banyak kalangan anak muda yang suka dengan pedas, sehingga suka jajan di sini,” tutur bapak dua anak tersebut.
Editor: Ahmad Muhlisin