31 C
Kudus
Rabu, Februari 21, 2024

Kisah Inspiratif Ika Dirikan Sanggar Budaya Padma Baswara Demak

BETANEWS.ID, DEMAK – Seorang wanita tampak menata anak-anak yang siap mengikuti ujian menari di Pendopo Notrobatan, Kadilangu, Demak. Sembari mengoles riasan khas Solonan, ia juga memberi arahan penata rias lainnya yang merupakan anak didiknya di sanggar. Dia adalah Ika Febrianti pendiri Sanggar Budaya Padma Baswara.

Ika sapaan akrabnya, sudah delapan tahun lamanya aktif menghidupkan sanggar. Ide itu terpikir lantaran ingin generasi muda paham dengan budaya lokal, salah satunya dengan kegiatan menari tradisional.

“Minat mendirikan sanggar awalnya itu karena melihat anak-anak muda sekitar mereka banyak yang kumpul-kumpul tapi tidak membawa dampak positif ke mereka sebenarnya itu,” katanya, Senin (1/1/2024).

Baca juga: Manfaatkan Liburan, Anak-anak Sanggar Budaya Padma Baswara Latihan Tari Tradisional

Menurut Ika, Sanggar Budaya Padma Baswara tidak hanya meliputi tari saja tapi juga kegiatan seni lainnya seperti karawitan dan sastra Jawa. Hanya saja, saat ini menyesuaikan minat siswa yang kebanyakan minat dalam bidang tari.

Kelas tari ini dibagi menjadi tiga, yakni kelas alit, kelas madyo, dan kelas ageng. Pembagian kelas ini disesuaikan dengan tingkatan umur dan materi yang diberikan pada siswa. Sedangkan untuk latihannya digelar setiap hari Sabtu dengan jadwal waktu yang berbeda.

“Kalau untuk kelas alit itu pukul 14.00-15.00 WIB, kelas madyo pukul  15.00-16.00 WIB, kelas ageng jam 16.30-17.30 WIB. Kelas alit dari usia 5 tahun sampai 9 tahun, kelas ageng 16 tahun sampai tak terhingga, ada yang sudah kuliah lulus kuliah pun masih ikut,” terangnya.

Selain menampilkan tari tradisional, ia juga membuat sejumlah tari kreasi yang dibuat dari latar belakang masyarakat, seperti bergodo adilangu, sinok, nelayan, petani, topeng sri tunjung, dan podang.

“Tari sinok secara fisiknya menceritakan gadis-gadis yang ada di pesisir utara, secara sejarahnya itu merekam tentang akulturasi Cina, Jawa, dan juga Arab.Persilangan ketiga itu karena Demak tidak luput dari dermaga besar di mana dulu banyak persilangan budaya,” jelasnya.

Baca juga: Pernah Terpuruk saat SMP Membentuk Bintang jadi Pengusaha Muda yang Moncer  

Memiliki bakat menari sejak duduk di Taman Kanak-kanak, wanita lulusan Sekolah Menengah Karawitan Indonesia atau sekarang SMKN 8 Surakarta tidak ingin hanya berhenti di sini saja. Ia ingin kedepannya Sanggar Budaya Padma Baswara bisa menyalurkan banyak energi positif lewat tarian yang ditampilkan.

“Ketika saya membuat tarian baru, kemudian masyarakat melihat atau menonton, paling tidak mengerti apa makna di balik tari ini. Secara sejarahnya maupun filosofinya, harapannya bisa menjadi penerang kegelapan di sekitarnya,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Sekarwati
Sekarwati
Sekarwati adalah reporter Beta News yang bergabung pada 2022. Pernah menempuh pendidikan di UIN Walisongo Semarang Jurusan Komunikasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER