Stok BBM di SPBU Kudus Ini Kosong, Warga Mulai Khawatir Terjadi Krisis

BETANEWS.ID, KUDUS – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kehabisan stok Bahan Bakar Minyak (BBM), Selasa (31/3/2026). Kekosongan tidak hanya terjadi pada BBM bersubsidi tetapi juga non subsidi yakni Pertamax dan Dexlite.

Kekosongan BBM di SPBU tersebut pun dikaitkan dengan dugaan krisis energi di tengah konflik Iran melawan Israel . Selain itu juga terdapat isu bakal ada kenaikan harga BBM.

Di SPBU tersebut tertulis keterangan Pertalite dan Pertamax Habis. Ratusan kendaraan, baik roda dua maupun empat yang datang hendak mengisi BBM terpaksa putar balik.

-Advertisement-

Kekosongan stok BBM yang terjadi di SPBU Damaran itu mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Warga merasa cemas akan kemungkinan terjadinya kelangkaan hingga kenaikan harga bahan bakar, terlebih setelah berbagai isu yang beredar di media sosial.

Salah satu warga, Nisa Syarifa (29), asal Kecamatan Undaan, mengaku khawatir jika krisis energi akibat konflik global seperti ketegangan Amerika Serikat dan Iran bisa berdampak hingga ke Kabupaten Kudus.
Saat hendak mengisi bahan bakar di sela waktu istirahat kerja, Nisa justru mendapati BBM di SPBU tersebut kosong. Ia pun terpaksa mencari SPBU lain di wilayah Kecamatan Kota.

“Padahal bensin di motor saya sudah hampir habis. Tapi di sini malah kosong, baik Pertalite maupun Pertamax, jadi harus cari tempat lain,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Pemkab Kudus Tunggu Juknis WFH, Pastikan Layanan Publik Tetap Berjalan

Nisa juga mengaku khawatir kondisi ini bisa memicu kenaikan harga BBM. Ia berharap kekosongan stok hanya terjadi di SPBU Damaran dan tidak meluas ke wilayah lain di Kudus.

“Semoga segera ada pasokan lagi, jadi masyarakat bisa isi BBM seperti biasa dan harganya tidak naik,” harapnya.

Sementara itu, operator SPBU Damaran, Reza menjelaskan, bahwa stok BBM mulai menipis sejak Senin (30/3/2026). Awalnya, jenis Pertalite lebih dulu habis, kemudian disusul Pertamax pada keesokan harinya.

“Sejak tadi malam sekira pukul 20.00 WIB, Pertalite sudah habis. Lalu pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB, Pertamax juga ikut habis,” jelasnya.

Pengawas lapangan SPBU Damaran, Ahmad Malik Aljabar menambahkan, bahwa kekosongan BBM tersebut terjadi akibat keterlambatan pengiriman pasokan dari Semarang.

“Ada kendala distribusi, jadi saat stok mulai menipis belum ada pengiriman masuk. Akhirnya pagi tadi Pertalite dan Pertamax benar-benar kosong,” ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina dan memastikan bahwa secara umum pasokan BBM masih aman. Kekosongan yang terjadi murni disebabkan keterlambatan distribusi, bukan karena kelangkaan.

Malik menyebut, biasanya SPBU Damaran menerima pasokan Pertalite antara 8 ribu hingga 16 ribu liter per hari, tergantung ketersediaan dari pusat. Sementara untuk Pertamax, suplai mencapai sekitar 16 ribu liter setiap dua hari sekali.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER