Angin Puting Beliung Robohkan Rumah Warga di Terangmas Kudus, Pasutri Lansia Terluka

BETANEWS.ID, KUDUS – Hujan lebat disertai angin kencang menerjang empat desa di wilayah Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Senin (30/3/2026) sore. Peristiwa itu memmbuat sebagian besar rumah mengalami kerusakan pada genteng yang rontok, bahkan rumah lansia di Desa Terangmas alami roboh hingga dua orang di dalamnya mengalami luka-luka.

Saat ini kedua korban, yakni Seketi (70) dan Moah (65) dirawat di RSUD dr Loekmonohadi Kudus, akibat kejadian itu. Peristiwa diketahui terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Rumah yang berusia sekitar tujuh tahun dan dihuni pasangan lansia itu ambruk setelah diterjang angin puting beliung.

Anak korban, Santoso mengatakan, saat kejadian kedua orang tuanya berada di dalam rumah, yakni ayahnya yang sedang rebahan dan ibunya yang habis Salat Ashar. Tiba-tiba angin kencang datang dan langsung merobohkan bangunan rumah yang berbahan kayu.

-Advertisement-

“Sekitar pukul 15.00 hujan disertai angin kencang, langsung menerjang rumah bapak. Bapak dan ibu yang berada di dalam, tertimpa reruntuhan kayu dan genteng,” katanya saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan, sang ayah mengalami luka cukup serius akibat tertimpa kayu pada bagian tubuh, sementara ibunya mengalami luka di kepala dan tubuh setelah tertimpa genteng dan blandar kayu.

Kedua korban sempat dilarikan ke puskesmas sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Semalam saya jenguk, keduanya masih trauma dan belum bisa diajak komunikasi. Bahkan mereka masih bengong,” terangnya.

Pasca kejadian, pasangan lansia ini rencananya akan tinggal bersama kakaknya untuk menghindari situasi serupa. Mengingat sebelumnya mereka hanya tinggal berdua di rumah yang kini telah roboh.

Sementara itu, Kepala Desa Terangmas, Sudiyono membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut rumah korban memang terbuat dari kayu dan bambu serta sudah tidak layak huni.

Baca juga : Pemkab Kudus Permudah Perizinan, Dorong Investasi Guna Serap Tenaga Kerja

“Seluruh bangunan rumah roboh. Kondisinya memang rumah tidak layak, karena dari kayu dan bambu. Korban tinggal berdua dan tidak bekerja karena sudah sepuh,” jelasnya.

Ia menambahkan, warga sekitar segera memberikan pertolongan dengan mengevakuasi korban ke rumah anaknya yang berada di RT lain sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan.

Selain merobohkan satu rumah, angin kencang juga menyebabkan sejumlah genteng rumah warga di sekitar lokasi berjatuhan. Meski demikian, tidak ada laporan korban lain dalam peristiwa tersebut.

Pemerintah desa bersama pihak terkait seperti Satpol PP, BPBD, dan kecamatan telah mengajukan bantuan untuk pembangunan kembali rumah korban melalui anggaran penanggulangan bencana.

“Dari desa juga ikut membantu. Dari BPBD sebelumnya juga mengatakan akan melakukan pembangunan kembali,” ujarnya.

Sudiyono mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang masih ekstrem, terutama bagi warga yang tinggal di rumah dengan konstruksi tidak permanen.

“Kalau kondisi cuaca seperti ini, warga harus berhati-hati. Terutama yang rumahnya belum permanen, sebaiknya menghindari berada di dalam saat angin kencang,” pesannya.

Ia menyebut wilayah Desa Terangmas yang berada di tengah area persawahan memang kerap dilanda angin kencang. Namun, kejadian hingga merobohkan rumah baru pertama kali terjadi.

Angin kencang tersebut juga dilaporkan berdampak di sejumlah desa lain, seperti Medini, Kalirejo, dan Glagahwaru.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER