BETANEWS.ID, DEMAK – Musim hujan membuat kerusakan di beberapa titik jalan raya pantura Kabupaten Demak semakin parah. Hal itu membuat sejumlah pengendara roda dua harus ekstra hati-hati saat melewati jalan tersebut.
Berdasarkan pantauan betanews.id, ruas jalan pantura Demak-Kudus menuju perempatan Trengguli, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak terdapat lubang dengan diameter 10-50 centimeter. Rata-rata kerusakan terjadi pada jalur aspal. Bahkan tidak sedikit jalan yang tergenang air setelah diguyur hujan.
Baca Juga: Harga Gabah di Demak Tembus Rp8 Ribu Per Kilogram
Jika dilihat secara kasat mata, jalan berlubang itu tampak samar. Sehingga kebanyakan pengendara bermuatan besar melaju dengan kencang dan menerjang lubang aspal. Sedangkan sebagian pengendara sepeda motor, nampak menepi dan menghindari kerusakan jalan.
Salah seorang pengendara asal Semarang Ahmad Zaidi, mengaku was-was saat melintasi jalur jalan raya pantura Demak menuju Kabupaten Kudus. Apalagi saat musim hujan sehingga rawan terjadi kecelakaan.
“Kesulitan gak, paling agak bahaya pas kecepatan tinggi takutnya gak tahu kalau ada lubang itu motornya bisa terguling,” katanya, Senin (29/1/2024).
Sering berlalu lalang di jalan pantura Demak, membuat kendaraan Ahmad merasa kesulitan untuk mengecangkan lajunya. Ditambah lagi jalan tersebut, merupakan akses satu-satunya menuju Kabupaten Kudus.
“Tadi jalannya banyak lubang, besar-besar lagi. Ini rencana ke Kudus, ada acara di situ,” terangnya.
Baca Juga: 191 Kelompok Tani yang Kena Puso di Demak Dapat Bantuan Rp31,7 Miliar
Menurutnya, arus jalan menuju perempatan Trengguli sering jadi langganan kerusakan saat musim hujan. Dampak dari jalan berlubang membuat pengendara roda dua tidak berani menyalip kendaraan besar yang melintas ugal-ugalan.
“Iya itu sih (jalan pantura) di Demak yang bawah pohon-pohon, banyak lubang ada yang gede-gede,” ujarnya.
Editor: Haikal Rosyada

