31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Harga Gabah di Demak Tembus Rp8 Ribu Per Kilogram

BETANEWS.ID, DEMAK – Pada awal musim penan MT 1 di Kabupaten Demak, harga gabah melonjak hingga Rp8 ribu per kilogram. Situasi itu, membuat petani mengalami untung besar pada panen raya tahun ini.

Kepala Bidang (Kabid) Penanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Pangan (Dinpertanpangan) Demak, Heri Wuryanta mengatakan pada MT 1 bulan Januari 2024 di wilayah timur Kabupaten Demak sudah mulai panen, diantaranya di Kecamatan Karanganyar, Guntur, Bonang, dan Dempet. Wilayah tersebut, merupakan area pertanian yang mendapatkan irigasi dari Waduk Kedungombo.

Baca Juga: Tanah Kas Desa Dilirik Investor, Pemdes di Kudus Diminta Membuka Diri

-Advertisement-

“Ini kita sudah masuki panen MT 1, yang mana kalau prediksi saya sekitar ada 2.914 hektare di bulan Januari, ” katanya saat ditemui di kantornya, Kamis (25/1/2024).

Menurutnya, hasil panen MT 1 ini terbilang bagus yakni sekitar 7,1 ton gabah per hektare. Rata-rata harga gabah di tingkat petani mencapai Rp7.800 sampai dengan Rp8.000 per kilogram.

“Untuk panen saat ini lumayan, harga laporan kemarin yang di Dempet itu Rp 7.800 – Rp 7.900 (per kilogram) ini berarti kalau ada laporan mungkin yang Rp 8.000 Karanganyar berarti ada trend,” terangnya.

Heri menjelaskan, produktivitas MT 1 dinilai lebih unggul daripada hasil panen MT 2. Hal itu disebabkan, karena pengaruh cuaca dan kondisi tanah lebih subur pasca MT 3.

“Produksi kalau ubinan (sampel) nggih, ubinan kemarin di Dempet itu 7,1 – 7,8 ton per hektare ini yang biasa. Kalau yang ketan itu malah lebih tinggi lagi, 8,5 – 9,2 ton itu ubinan,” jelasnya.

Baca Juga: Urus Pindah TPS Bisa Sampai H-7 Pemilu

Meskipun sempat terkena dampak El Nino, panen padi MT 1 dipastikan aman dengan hasil yang melimpah. Sementara ini, panen di Kabupaten Demak per Desember 2023 seluas 1.275 hektare dengan luas persebaran benih seluas 38,376 hektare.

Heri mengaku, saat ini MT 1 masih berlangsung di wilayah bagian selatan Demak, diantaranya Mranggen, Karangawen, Mijen, dan Wedung yang menunggu giliran irigasi dari Waduk Kedungombo.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER