31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Warga Karangbener Minta Pagar Perumahan Dibongkar dan Paritnya Dikembalikan

BETANEWS.ID, KUDUS – Belasan warga Dukuh Ngelo, Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus menuntut pagar perumahan yang berdiri di lahan parit jalan untuk dibongkar.

Salah satu warga, Basuki (76), mengatakan, pagar perumahan itu berdiri di atas lahan parit milik warga. Sebab, jalan yang ada dan parit di kanan kirinya itu adalah hibah dari warga.

“Oleh karena itu, kami meminta agar pagar itu dibongkar dan parit kami dikembalikan,” ujar Basuki di lokasi, Rabu (6/12/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Pemkab Kudus Kebut Perbaikan Jalan Gunakan DBHCHT Agar Masyarakat Nyaman dan Sejahtera

Basuki mengungkapkan, pada 1984 warga menghibahkan tanahnya dan kerja bakti bangun jalan di lahan pertanian sepanjang 500 meter dengan lebar 3 meter lengkap dengan parit di sisi kanan-kirinya.

“Namun sekira 2015 pagar perumahan pun dibangun di atas parit sepanjang 150 meter. Kami pun komplain dan sempat dihentikan, tapi akhirnya pembangunan dilanjutkan dan sekarang pagar sudah berdiri di atas parit kami,” ungkapnya.

Warga lain Munaji (55) menambahkan, akibat parit yang dijadikan pagar perumahan tersebut, warga pun sangat dirugikan. Mereka selalu gagal panen karena tanamannya selalu terendam air ketika hujan turun.

“Ketika hujan turun, lahan pertanian kami pasti terendam, karena paritnya berubah jadi pagar. Akibatnya, tanaman singkong atau kencur kami pun busuk dan tak laku. Dampaknya kami pun merugi,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia dan warga lain meminta pihak desa untuk mencarikan solusi dan pagar tersebut harus dibongkar dan parit dikembalikan lagi. Ia juga tidak mau solusi parit di dalam pagar perumahan. Sebab itu bukan solusi jangka panjang, tapi sementara saja.

Baca juga: Ironis, Lulusan Perguruan Tinggi Paling Banyak Jadi Pengangguran di Kudus

“Untuk jangka panjang, parit di dalam perumahan bisa saja ditutup, dan anak cucu kami nanti yang akan kelimpungan. Selain itu, karena pagar tersebut jalan kami jadi sempit, makanya kami minta agar parit kami dikembalikan lagi,” tegasnya.

Pihaknya juga sudah meminta kepada desa untuk dilakukan audensi dengan pihak pengembang. Namun, beberapa kali pihak pengembang tidak hadir.

“Kita sudah lapor desa dan beberapa kali akan diadakan audensi dengan pengembang, tapi pihak pengembag tak mau hadir,” ungkapnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER