Hadapi Paceklik, Pemkab Jepara Siapkan 50 Ton Beras untuk Nelayan

BETANEWS.ID, JEPARA – Untuk menghadapi musim baratan yang ditandai adanya gelombang tinggi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menyiapkan 50 ton beras bagi 11 ribu nelayan yang ada di Kabupaten Jepara.

Sujima, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara mengatakan bahwa saat ini beras tersebut disimpan di gudang cadangan pangan milik DKPP yang berlokasi di Kelurahan Ujungwatu.

Baca Juga: Waspada! 16 Kecamatan di Jepara Berisiko Terjadi Bencana

-Advertisement-

Beras tersebut nantinya akan didistribusikan ketika ada permintaan dari para nelayan melalui Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Jepara.

“Untuk menghadapi musim paceklik tahun ini kita siapkan 50 ton beras bagi kurang lebih 11 ribu nelayan. Penyalurannya melalui HNSI diberikan kepada masing-masing kelompok nelayan,” katanya saat ditemui usai kegiatan Diseminasi hasil sensus pertanian tahun 2023 di Hotel D’Season, Bandengan, Kabupaten Jepara, Selasa (12/12/2023).

Data para nelayan yang disampaikan melalui HNSI tersebut nantinya akan diverifikasi terlebih dahulu oleh Dinas Perikanan (Diskan) untuk selanjutnya diberikan kepada DKPP.

“Penyalurannya menunggu kondisi, karena sekarang belum musim barat. Kalau (nelayan)sudah tidak melaut, nanti mengajukan melalui HNSI kemudian diverifikasi oleh Diskan, DKPP yang akan menyediakan,” jelasnya.

Eko Wilman, Sekretaris HNSI Kabupaten Jepara mengatakan bahwa menghadapi musim paceklik tidak ada persiapan khusus dari para nelayan. Jika pun ada, persiapan tersebut menurutnya tidak terlalu maksimal.

“Jangankan persiapan, untuk sehari-hari saja kebutuhan BBM masih ada kendala. Ya mereka hanya mempersiapkan diri saja menjelang musim paceklik,” ujarnya.

Baca Juga: 73 Persen Petani di Jepara Berusia di Atas 45 Tahun

Menurutnya dalam menghadapi musim paceklik, dari Diskan pernah mengadakan kegiatan pelatihan padat karya bagi para nelayan namun hal tersebut tidak berjalan maksimal.

“Dari Diskan ada beberapa kegiatan padat karya tapi juga belum maksimal, karena nelayan ini ketika diajari sifatnya mudah lupa,” katanya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER