Keceriaan tampak di wajah siswa-siswi Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) Umar Bin Khattab, Kudus, saat mengikuti pembelajaran bermain peran, belum lama ini. Saat guru memberi tahu para siswa bahwa mereka akan memerankan berbagai macam profesi, mereka tampak sangat antusias. Beberapa profesi yang akan mereka perankan di antaranya tentara, polisi, dokter giri dan chef.
Sekolah yang berada di Jalan Raya Jepara, Desa Purwosari, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, ini memang sering menyelenggarakan pembelajaran yang menyenangkan. Ini tak terlepas dari metode pembelajaran yang telah diterapkan, yakni pembelajaran berbasis inkuiri, atau sering pula disebut pembelajaran berbasis bermain.
Dengan kegiatan belajar sederhana ini, kami mencoba untuk menerapkan lima elemen yang ada pada metode pembelajaran berbasis inkuiri. Elemen tersebut antara lain amati, bertanya, cari tahu, diskusi, dan evaluasi
Rokhyati | Guru TKIT Umar Bin Khattab
Namun, sebelum main peran dimulai, siswa-siswi diajak untuk menonton video animasi dahulu bersama guru. Video animasi yang diputar adalah penjelasan tentang perlengkapan yang biasanya digunakan oleh berbagai profesi. Dengan saksama siswa-siswi menonton video yang diputar.
Baca juga: Jangan Senang Dulu, Ini Bahayanya Anak Bisa Membaca di Usia Dini (3)
Setelah menonton video animasi, tibalah saatnya kegiatan belajar yang ditunggu, yakni bermain peran. Dalam bermain peran, mereka dibebaskan untuk memilih peran yang diinginkan. Namun ada skenario yang harus dilakukan oleh para siswa. Beberapa skenario di antaranya, tidur, salat, mandi, memakai kostum, bersih-bersih, dan yang terakhir latihan militer.
Satu persatu siswa-siswi mulai mengenakan kostum sesuai yang diperankan. Para siswa mulai berperan sebagai tentara dan polisi. Sementara, para siswi berperan sebagai dokter gigi dan chef atau juru masak. Kegiatan belajar pun tampak berjalan begitu menyenangkan.

