BPBD Demak Minta Masyarakat Waspada Bencana Jelang Cuaca Ekstrem

BETANEWS.ID, DEMAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak mengimbau masyarakat untuk waspada terjadinya bencana saat cuaca ekstrem. Beberapa bencana tersebut diantaranya, banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Demak, Agus Nugroho LP mengatakan, meskipun telah dipetakan wilayah yang berpotensi terkena bencana, pihaknya menghimbau masyarakat untuk tetap waspada. Hal itu disebabkan, karena letak geografis Kabupaten Demak yang dilalui sungai besar, seperti Sungai Jajar, Sungai Wulan, dan Sungai Tungang, sehingga membuat bencana alam bisa saja terjadi.

Baca Juga: 14 Kecamatan di Demak Masuk Wilayah Rawan Bencana

-Advertisement-

“Hampir semu kecamatan (berpotensi bencana), Kecamatan Mranggen, Sayung, Karangtengah, Guntur, Kebonagung, Dempet, Bonang, Wedung, Karanganyar, Mijen, hampir semua (dilalui sungai besar), ” katanya di kantor BPBD Demak, Jumat (8/12/2023).

Saat ini, BPBD Demak telah menetapkan Kabupaten Demak dalam status siaga bencana. Kondisi itu telah diumumkan sejak awal bulan Desember 2023 sekaligus diselenggarakannya apel antisipasi bencana bersama pemerintah kabupaten, dan diperkirakan berakhir pada bulan Maret 2024.

Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat agar membersihkan saluran air maupun selokan di dekat tempat tinggalnya. Menurutnya, banjir terjadi karena penyumbatan bersumber dari sampah yang dibuang secara sembarangan.

“Jangan membuang sampah ke sungai karena itu bukan tempat pembuangan sampah. Bersihkan lingkungannya sehingga tidak ada banjir yang sebenarnya tidak kita kehendaki dan itu merupakan kesalahan kita,” terangnya.

Baca Juga: Gibran Bakal Kunjungi Demak? Ini Faktanya

Ia berharap masyarakat dapat belajar dari pengalaman bencana yang sebelumnya pernah menimpa di Kabupaten Demak. Sehingga dengan adanya peringatan itu, masyarakat dapat lebih siap dalam menghadapi bencana.

“Kami berharap masyarakat di lingkungan masing-masing dibersihkan selokannya, irigasinya, sungainya dari sampah-sampah yang tersumbat. Karena biasanya limpasan itu terjadi ada sumbatan sampah,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER