BETANEWS.ID, JEPARA – Untuk menarik simpati dan dukungan dari masyarakat, Calon Anggota Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jepara, Kudus, Demak dari Partai Golongan Karya (Golkar) yaitu Jamaluddin Malik, memiliki cara unik dalam berkampanye.
Ia memasang baliho atas nama dirinya dengan bergambar wajah ultraman. Selain itu, sosok ultraman yang ia pasang juga memiliki postur tubuh yang gemuk, sehingga jadi ramai dan banyak diperbincangkan di media sosial.
Di Jepara, ia memasang baliho itu di tiga titik, yaitu Perempatan Pasar Mayong, Jalan Hos Cokroaminoto atau tepatnya di samping Patung Kartini Jepara, dan di Bangsri.
Baca juga: Bawaslu Jepara Rekrut Relawan untuk Awasi Kampanye di Medsos, Apa Sih Tugasnya?
Ia menjelaskan, alasan memasang baliho bergambar wajah ultraman agar masyarakat yang tadinya apatis terhadap pemilihan anggota DPR, dapat berubah sikap menjadi lebih peduli. Sebab menurutnya, mayoritas masyarakat memilih anggota DPR, bukan karena mengenal sosok yang dipilih tetapi yang mampu memberikan imbalan berupa uang.
“Menurut survey dari tim kami, mayoritas masyarakat itu tidak peduli dengan pemilu legislatif apalagi DPR RI. mereka lebih antusias pada pemilu presiden dan wakil presiden. Sehingga kemudian, yang dipilih bukan karena kenal, tetapi mana yang ngasih amplop itu yang dipilih,” katanya Saat ditemui di kediamannya di Desa Tunggulpendean, Kecamatan Nalumsari, Sabtu (2/11/2023).
Dari hasil riset timnya tersebut, yang kemudian menjadi alasannya membuat inovasi dalam berkampanye. Sedangkan terkait alasan pemilihan sosok ultraman, ia mengatakan karena di dunia maya, sosok tersebut banyak dijadikan konten yang humoris atau menghibur.
“Kostumnya juga mudah di dapat, kalau kita buat balihonya aja, tapi nggak punya maskot kan sama saja. Jadi kita buat banner yang juga ada maskotnya, jadi kemana-mana saat saya berkampanye ultramannya selalu hadir. Dan nggak cuma satu, tapi ada tiga,” ujarnya.
Baca juga: Caleg Demokrat Jepara Belum Pasang Baliho Berlatar Prabowo-Gibran, Ternyata Alasannya Karena Ini
Sosok ultraman dengan tubuh gemoy yang ia tonjolkan, menurutnya juga sesuai dengan sosok presiden yang diusung oleh partainya, yaitu Prabowo Subianto.
“Berat badan saya 97 kilogram, jadi termasuk gemuk juga disamping itu kita buat gemoy karena kita melihat dari hastag dari Twitter, di Indonesia banyak muncul kata gemoy yang muncul di media sosial,” katanya.
Editor: Ahmad Muhlisin

