31 C
Kudus
Kamis, Februari 22, 2024

Bawaslu Jepara Rekrut Relawan untuk Awasi Kampanye di Medsos, Apa Sih Tugasnya?

BETANEWS.ID, JEPARA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jepara merekrut 30 relawan untuk mengawasi kampanye calon legislatif (Caleg) atau calon presiden(capres)-calon wakil presiden (cawapres) di media sosial. Sebelum bertugas, mereka dibekali aturan kampanye hingga Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)

Ketua Bawaslu Jepara, Sujiantoko, menjelaskan, nantinya Relawan Patroli Siber akan ikut bertugas untuk mengawasi konten-konten yang berkaitan dengan pemilu di internet maupun media sosial.

“Harapannya materi yang disampaikan hari ini dapat menjadi bekal bagi mereka nantinya dalam melaksanakan tugas-tugas ketika menjadi relawan patroli siber di media sosial,” katanya di Rapat Koordinasi Gugus Tugas Pengawasan Konten Internet, di Eat & Meet Restaurant Jepara, Kamis (30/11/2023).

Baca juga: Bawaslu Pati Gencarkan Patroli Siber, Awasi Ketat Dugaan Pelanggaran Kampanye

Dalam melaksanakan tugasnya, ketika relawan menemukan konten yang diduga melanggar ketentuan di dalam UU ITE atau melanggar ketentuan dalam aturan Pemilu, mereka dapat melaporkannya kepada tim gugus tugas yang terdiri dari perwakilan Bawaslu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) maupun kepada Tim Cyber Crime Polres Jepara.

“Relawan tersebut sebenarnya tidak punya kewenangan apapun, mereka hanya melaporkan, sehingga sebenarnya tidak ada tugas yang spesifik. Ketika mereka menemukan konten yang mengarah pada pelanggaran atau hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan, mereka bisa menyampaikan kepada Bawaslu, Kominfo, atau Kepolisian,” jelasnya.

Mereka yang menjadi Relawan Patroli Siber menurutnya berasal dari anggota komunitas pegiat sosial dan alumni Pengawas Partisipatif yang sudah berpengalaman di bidang pengawasan partisipatif.

“Harapan kami mereka yang menjadi relawan juga yang memiliki hati nurani relawan atau sukarela untuk menjadi relawan di dalam melakukan patroli siber,” tambahnya.

Baca juga: Yuk Simak Aturan Kampanye Biar Kamu Bisa Ikut Bantu Mengawasi

Sedang untuk tingkat kerawanan kejahatan siber atau penyebaran informasi hoaks pada pelaksanaan pemilu 2024, ia memperkirakan akan banyak tersebar melalui platform Group WhatsApp, TikTok, Instagram, dan Facebook.

“Kemungkinan (tingkat kejahatan siber) lebih banyak di WA Group, TikTok, Ig, Fb tetapi lebih ke pemilihan capres-cawapres dan kalau legislatif saya kira tidak terlalu rawan,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER