BETANEWS.ID, KUDUS – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Riset (Kemendikbudristek) memberikan akun belajar kepada setiap guru di Indonesia. Hal itu dapat dimanfaatkan untuk menyimpan data sekolah tanpa lagi menggunakan penyimpanan eksternal.
Salah satu yang memanfaatkan fasilitas tersebut adalah SDN 1 Jurang. Sekolah yang berada di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus itu membuat Drive Bersama melalui akses akun belajar dari Kemendikbudristek.
Kepala SDN 1 Jurang, Ulil Abshor, mengatakan, Drive Bersama memiliki kapasitas penyimpanan sebanyak 100 Gigabyte (GB). Guru dapat memasukkan beberapa data penting sekolah dan mengatur siapa saja yang dapat menjangkaunya.
Baca juga: Guru SDN 1 Kedungdowo Manfaatkan Microsite S.id untuk Buat Modul Pembelajaran Online
“Ini berawal dari pengalaman saya saat menjadi kepala sekolah yang baru. Ketika saya ingin mendapatkan dokumen sekolah, ternyata hardisknya rusak. Maka dari itulah saya membuat terobosan baru untuk membuat Drive Bersama,” katanya, Selasa (28/11/2023).
Menurutnya, belum banyak sekolah yang menyadari pemanfaatan akun belajar dari Kemendikbudristek untuk membuat Drive Bersama. Padahal, ada banyak manfaat dan kemudahan untuk guru dalam menyimpan file sekolah.
“Drive Bersama ini lebih aman dan mudah digunakan, misalnya saya sudah tidak ditugaskan lagi di sini bisa langsung dilanjutkan oleh kepala sekolah yang baru. Atau ketika saya ingin meminta file saya tidak perlu meminta sekolah melainkan langsung buka sendiri,” ujarnya.
Ulil menerangkan, untuk membuat Drive Bersama cukup mudah. Guru tinggal memasukkan alamat email dengan akun belajar secara otomatis dalam fitur email ada Drive Bersama. Kemudian, guru dapat membuat folder dan mengisi beberapa penggunaan email lainnya di fitur kelola anggota, agar dapat mengatur siapa saja yang dapat mengakses data sekolah.
“Untuk akses data sesuai dengan perannya, ada yang file diprivat, dapat dilihat, dapat diakses, dan lain-lain. Supaya mengurangi keeroran dalam penggunaan,” paparnya.
Baca juga: SDN 2 Mlati Kidul Terapkan Full Day School, Ini Keunggulannya
Meskipun begitu, Ulil menganjurkan setiap sekolah memiliki penyimpanan secara eksternal. Tujuannya untuk mengantisipasi keamanan data sekolah secara dua arah.
“Jadi kita harus menskrinkonkam antara file Data Bersama dengan penyimpanan eksternal. Kebetulan saya juga pernah mengikuti Google Trainer sehingga saya ingin menerapkan di sekolah, yang jelas saya ingin memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk keperluan sekolah,” pungkasnya. (adv)
Editor: Ahmad Muhlisin

