BETANEWS.ID, KUDUS – Guru di SDN 1 Kedungdowo menggunkan microsite s.id untuk membuat modul pembelajaran online. Program ini membantu siswa untuk mengulas materi pelajaran kembali ketika berada di rumah.
Kepala SDN 1 Kedungdowo, Fitriyanto, mengatakan, pemanfaatan microsite s.id ini telah diterapkan sejak setahun yang lalu. Siswa diajak untuk memanfaatkan kecanggihan teknologi sebagai tempat belajar, bukan sebagai sarana permainan saja.
“Guru sekarang tidak bisa melarang anak untuk memegang handphone, tetapi bagaimana guru membuat suatu pembelajaran melalui handphone,” katanya saat ditemui di sekolah yang berada di Jalan Jetak Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jumat (24/11/2023).
Baca juga: Sejak Terapkan Sekolah Inklusi, Kemampuan Siswa ABK di SMPN 2 Undaan Meningkat Pesat
Modul pembelajaran microsite s.id ini, lanjut Fitriyanto, berisi beberapa materi pembelajaran yang terangkum dalam satu link, mulai dari artikel, video, assembler, dan soal-soal latihan terangkum di dalamnya. Siswa dari kelas I-VI dapat mengaksesnya sewaktu-waktu di mana pun ia berada.
“Waktu pandemi Covid-19 kita memang sudah menerapkan pembelajaran secara digital, sehingga anak-anak menggunakan handphone. Akan tetapi ketika pandemi selesai kami tetap menggunakan blended learning, secara tatap muka dan materi online tetap jalan,” terangnya.
Menurut Fitriyanto, adanya modul pembelajaran online ini, orang tua tidak perlu khawatir lagi dengan anak yang kecanduan bermain handphone. Sebab, dari sekolah telah membekali pembelajaran yang seru dan asik di dalam microsite s.id.
“Orang tua tahunya anak pegang handphone bermain gim, tapi setelah dibekali sekolah seperti itu, orang tua jadi berubah mindset, bahwa ketika pegang handphone itu tidak hanya bermain melainkan belajar,” ujarnya.
Baca juga: Kelas Digital di SMPN 5 Kudus Bikin Siswa Makin Kreatif dan Belajar Jadi Menyenangkan
Tidak hanya di rumah, modul pembelajaran juga diterapkan di sekolah. Siswa juga diajari oleh guru dengan memanfaatkan fasilitas chromebook. Harapannya dengan adanya pembelajaran digital, anak-anak dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi dengan baik.
“Ke depannya sekolah akan membuat e-learning, sehingga anak bisa mengakses melalui link dari sekolah, biar tertata dalam satu link, mulai materi, proses kegiatan di sekolah maupun di rumah dan assesment terangkum jadi satu,” pungkasnya. (adv)
Editor: Ahmad Muhlisin

