BETANEWS.ID, KUDUS – Guru di SDN 1 Kedungdowo menggunakan Canva untuk membuat materi pembelajaran interaktif. Program ini bahkan telah diterapkan selama dua tahun sebagai media mengulas materi oleh guru pada siswa.
Kepala SDN 1 Kedungdowo, Fitriyanto, mengatakan, dengan penggunakan Canva, guru lebih leluasa dalam mengkreasikan materi pembelajaran, sehingga membuat anak-anak tidak cepat bosan, lebih aktif, dan mudah menyerap materi.
“(Canva) sangat bermanfaat bagi kita, memudahkan dalam membuat modul pembelajaran, karena secara tidak langsung memudahkan dalam media ajar. Canva bisa menyematkan beberapa link dan embed berbagai macam aplikasi, ” katanya saat ditemui di sekolah yang berada di Jalan Jetak Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jumat (24/11/2023).
Baca juga: Perlu Dicontoh! SMPN 5 Kudus Punya Kanal Aduan Bullying yang Efektif Atasi Kenakalan Siswa
Untuk mengakses Canva, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberikan guru akun belajar agar bisa menggunakan beberapa fitur secara gratis. Sehingga, guru tidak perlu berlangganan atau membayar akun premium setiap bulannya.
“Jadi, Canva di Indonesia itu sudah menggratiskan secara premium dengan memanfaatkan akun belajar dari Kemendikbudristek, sehingga guru dapat mengakses aplikasi dengan gratis dan membuat media pembelajaran, twibbon, poster, dan lain-lain,” terangnya.
Menurut Fitriyanto, daripada aplikasi lainnya, Canva justru lebih lengkap dan mudah digunakan untuk pemula. Sehingga, guru tidak perlu khawatir jika tidak bisa mengerjakan materi dengan aplikasi tersebut.
Baca juga: SMPN 4 Bae Kudus Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional
“Canva itu, mudah, simpel, dan kita sudah diberikan secara gratis oleh Kemendikbudristek melalui akun belajar itu sama dengan kita sudah mendapatkan akun premium,” ujarnya.
Saat ini, guru-guru di SDN 1 Kedungdowo telah memanfaatkan Canva dalam pembelajaran interaktif. Ia berharap, dengan pemanfaatan teknologi ini dapat ditiru juga oleh sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Kudus.
“Saat ini yang sudah menerapkan oleh guru kelas V dan kelas tinggi lainnya untuk membuat media ajar yang interaktif dan inovatif,” pungkasnya. (adv)
Editor: Ahmad Muhlisin

