BETANEWS.ID, KUDUS – SMPN 4 Bae berhasil mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat nasional 2023. Pemberian penghargaan itu diberikan secara langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Siti Nurbaya Bakar, kepada sekolah yang berhasil menerapkan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH).
Sebelumnya, sekolah yang berada di Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus itu telah mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten pada 2016, kemudian pada 2019 mendapat penghargaan serupa di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Kepala SMPN 4 Bae, Sri Ratnawati, mengatakan, dari 12 sekolah di Kudus yang diajukan dalam penilaian Sekolah Adiwiyata tingkat nasional, hanya tiga yang lolos, satu di antaranya adalah SMPN 4 Bae.
Baca juga: Taeter Spapabe SMPN 4 Bae Kudus Raih Juara Kedua Festival Teater Pelajar 2023
“Untuk penilaian Sekolah Adiwiyata tahun ini itu tidak visitasi secara langsung. Jadi kami mengirim dokumen-dokumen, foto, dan keterangan yang menggambarkan sekolah,” katanya saat ditemui di kantornya, Selasa (22/11/2023).
Adapun penilaian yang dimaksud, lanjut Ratna, sekolah harus memiliki pengelolaan sampah dan penerapan kebersihan lingkungan yang baik. Sekolah juga mempunyai kurikulum khusus dalam mendukung kebersihan lingkungan.
“Memang ada beberapa kriteria untuk lolos dalam Adiwiyata Nasional, yaitu bagaimana kami dalam pengolahan TPA (Tempat Pembuangan Akhir), pembiasaan anak untuk hidup bersih, kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, dan menciptakan lingkungan hijau,” terangnya.
“Semenjak kami dinobatkan menjadi Sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten, kami komitmen menerapkan kurikulum lingkungan. Saya kira itu tidak hanya diterapkan di sini saja, melainkan Sekolah Adiwiyata lainnya,” imbuhnya.
Baca juga: SDN 2 Mlati Kidul Terapkan Full Day School, Ini Keunggulannya
Melalui perolehan penghargaan tersebut, kata Ratna, menjadikan sekolah semakin semangat dalam meraih prestasi di berbagai bidang lainnya. Salah satunya dengan aktif mengikuti ajang perlombaan siswa di berbagai cabang perlombaan.
“Kami mengajak anak-anak untuk lebih siap bersama-sama dengan guru agar semangat berlatih dalam bersaing dengan sekolah-sekolah lain. Kami memang komitmen harus mengikuti perlombaan bagaimana pun hasilnya,” pungkasnya. (adv)
Editor: Ahmad Muhlisin

