Negeri Kopi, Branding Desa Wisata Japan untuk Kenalkan Kopi Muria ke Penjuru Dunia

BETANEWS.ID, KUDUS – Desa Wisata Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, membranding diri sebagai Negeri Kopi. Ini merupakan upaya Pemerintah Desa untuk mengenalkan Kopi Muria ke penjuru dunia. Salah satu upaya yang telah dilakukan adaah menggelar Pameran Palana Japan di Loe Me n’ To Café and Resto, Jalan Jendral Sudirman No 178, Rendeng, Kudus yang berlangsung pada 6-8 Oktober 2023.

Ketua Pengelola Desa Wisata Japan, Mutohhar, mengatakan, alasan branding Negeri Kopi ini karena kopi jadi komoditas utama warga setempat dan punya nilai sejarah yakni jadi desa pertama di Pati Raya yang punya tanaman kopi pada abad ke-12.

“Tujuan branding itu tentunya kami ingin Desa Japan ini menjadi salah satu rujukan ketika berbicara soal kopi. Seperti daerah lain yang sudah dikenal dengan kopinya, ada Gayo, Temanggung, dan lainnya,” ungkap Mutohhar, Jumat (6/8/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Produk Unggulan Desa Wisata Japan Dipamerkan di Loe Me n’ To Cafe and Resto

Menurutnya, di Japan terdapat perkebunan kopi yang rasanya tak kalah dengan kopi di beberapa daerah Indonesia. Selain itu, tak hanya berbicara tentang kopi, tapi masyarakat atau wisatawan juga bisa belajar sejarah kopi yang ada di sana.

“Saat ini sekitar 90 persen masyarakat desa kami menanam kopi dengan luas lahan sebanyak 75 hektare. Luas lahan itu sepertiga luas lahan yang ada di Japan, dan dapat menghasilkan lebih dari 200 ton kopi per musim,” jelasnya.

Dengan demikian, pihaknya ingin lebih memperkenalkan kopi Japan kepada masyarakat luas. Hal itu juga beebarengan untuk pengembangan desa wisata Desa Japan yang sudah mendapat Surat Keputusan (SK) Bupati Kudus 2021 lalu.

Baca juga: Ternyata Tanaman Kopi Sudah Ada di Gunung Muria Sejak Abad 12

“Selain kopi, desa kami juga menyuguhkan banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi, mulai dari sejarah desa, sejarah kopi, dan beberapa destinasi wisata,” bebernya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Mutrikah, menambahkan, bibit kopi di area Pegunungan Muria pertama kali ditemukan di Desa Japan. Bahkan ia menyebut, kopi yang paling enak berasal dari perkebunan di Desa Japan.

“Bibit kopi di area Muria, pertama kali dilakukan oleh warga Japan. Sedangkan biji kopi yang enak itu juga dari Japan,” ucapnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER