BETANEWS.ID, KUDUS – Desa Wisata Japan menggelar pameran bertajuk Palana Japan di Loe Me n’ To Cafe and Resto, Jalan Jendral Sudirman 178 Kudus. Pameran yang digelar pada 6-8 Oktober ini untuk mengenalkan potensi wisata desa di Kecamatan Dawe itu. Isi pameran itu meliputi sejarah desa, sejarah kopi, destinasi wisata, dan produk unggulan.
Kepala Desa Japan, Tri Sigit Harso, menuturkan, kegiatan ini baru pertama kali digelar usai menerima Surat Keputusan (SK) menjadi desa wisata rintisan dari Bupati Kudus pada 2021. Lewat pameran ini, pihaknya bisa mengenalkan potensi alam Desa Japan kepada masyarakat luas.

“Semoga desa kami (Japan) menjadi desa yang memberikan kontribusi kepada masyarakat baik di bidang UMKM, wisata, dan pendapatan yang berlebih,” tuturnya.
Baca juga: Desa Japan Kudus Segera ‘Ikrarkan’ Sebagai Negeri Kopi
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Mutrikah sangat mengapresiasi Desa Wisata Japan yang masuk 10 besar Desa Wisata Terbaik tingkat Jawa Tengah (Jateng). Apalagi, Desa Japan merupakan pioner Desa Wisata di Kudus bersama Colo.
“Saat merintis itu tantangan banyak, karena Kudus hanya dipandang sebagai wisata religi. Namun, kita mencoba untuk potensi yang ada di Kudus lebih dari wisata alam, wisata budaya, termasuk kopi. Dan kami mencoba melihat potensi dari Pegunungan Muria ternyata ada berlian hitam (kopi) yang potensi untuk bisa dikembangkan,” jelasnya.
Tika menyebut, bibit kopi pertama kali ditanam oleh warga Japan. Bahkan menurutnya, biji kopi dari Pegunungan Muria paling enak itu berasal dari Desa Japan. Hal itu diyakini kopi dari Desa Japan bisa mendunia dan mewakili Kudus di sektor tanaman kopi.
Editor: Ahmad Muhlisin

