31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Mantapnya Nasi Kebuli di Kudus, Murah tapi Nggak Murahan Lho!

BETANEWS.ID, KUDUS – Nasi kebuli adalah hidangan dengan bahan utama nasi. Sajian peranakan Arab yang populer tersebut mempunyai cita rasa gurih, perpaduan kayu manis, cengkeh, kapulaga, dan jintan yang aromatik merupakan ciri khasnya.

Tak perlu jauh-jauh ke Arab untuk bisa menikmati sajian tersebut. Nasi Kebuli ternyata sudah ada di Kudus, namun jika khasnya adalah menggunakan daging kambing, Nasi Kebuli di Kudus menggunakan daging sapi untuk menyesuaikan lidah masyarakat sekitar.

Baca Juga: Es Gempol dan Dawet di Jati Ini Harganya Cuma Rp5 Ribu, Solusi Murah Penghilang Dahaga

-Advertisement-

Sajian gurih nan aromatik tersebut dapat dinikmati warga Kota Kretek di Nasi Kebuli Waroeng Konco yang berada di Jalan Lingkar Utara, Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.

Nasi Kebuli Waroeng Konco dikelola oleh Suhariyanto (45) dan sang putra yakni Hammam Aliy (18) yang saat ini sedang mencoba peruntungan di dunia kuliner. Suhariyanto mencoba menuangkan keahlian memasaknya dengan membuka warung makan nasi kebuli yang sekarang baru berjalan empat bulan lamanya ini.

Dengan harga yang terjangkau, ia mencoba menyajikan makanan Timur Tengah itu dengan menyesuaikan kantong masyarakat. Yakni dengan harga mulai Rp15 ribu saja. Namun, Suhariyanto tetap menggunakan bahan baku yang berkualitas. Ia mengungkapkan, tidak masalah jika keuntungan yang diperoleh tidak banyak asalkan usahanya tetap berjalan.

“Untuk harga masih terjangkau Rp15 ribu untuk lauk ayam, sedangkan Rp20 ribu dengan lauk daging sapi,” tuturnya saat ditemui pada Hari Senin 09/10/2023.

Suhariyanto menuturkan, dalam sehari biasanya ia hanya memproduksi satu kilogram nasi kebuli, yang artinya biasanya porsi yang diperoleh yaitu 16-17 porsi. Dalam sehari pendapatan yang diperoleh yaitu sekitar Rp100-300 ribu bergantung dengan sepi dan ramainya pembeli.

“Yang membedakan dengan nasi kebuli di tempat lain, ada pada berasnya. Kebanyakan orang memakai beras lokal kalau saya memakai beras basmati, agar hasilnya lebih pecah dan tidak lengket,” jelas laki-laki asal, Desa Bacin, Kudus.

Baca Juga: Penjual Mangga di Dekat Museum Kretek Ramai Pembeli, Sehari Bisa Laku hingga 2 Kuintal

Selain jenis berasnya, di Kudus sendiri lebih banyak menjual nasi goreng kebuli. Suhariyanto juga mengatakan sempat ingin membuka lapak di acara Car Free Day (CFD) namun, karena lokasi yang didapat tidak strategis, dia memutuskan tidak mengambil kesempatan itu. Saat ini selain bisa diakses secara offline, nasi kebuli miliknya juga bisa dipesan secara online melalui platform Gofood dan Grab.

Promosi juga dilakukan oleh sang putra, Hammam mulai dari Instagram hingga Facebook. Nasi Kebuli Waroeng Konco juga membuka pesanan untuk acara-acara. Melalui WhatsApp, dengan minimal pemesanan delapan porsi nasi kebuli. Warung miliknya sendiri buka setiap hari kecuali pada hari Jumat, mulai pukul 06.00-14.00 siang.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER