“Tahun 2004 itu ada yang riset, ternyata histori batik Laweyan itu sangat luar biasa. Barulah 25 september 2004 kami mendeklarasikan Kampung Batik Laweyan. Kemudian semakin berkembang, kelurahan Laweyan ini kan pusatnya, dan beberapa kampung di sekitar seperti Pajang, Sundaan, Bumi, menjadi daerah penyangga,” lanjutnya.
Kejayaan itu kembali diuji pada tahun 2020. Pandemi Covid-19 menggulingkan sekitar 80 persen pengusaha batik di Laweyan. Sekitar 70 lebih pengusaha batik terpaksa gulung tikar akibat wabah Covid-19.
“Di Kampung Laweyan ini ada sekitar 90 perajin. Saat Pandemi Covid-19, hampir 80 persen bangkrut. Tapi sekarang sudah mulai banyak yang bangkit. Sekarang jumlah pengusaha batik sudah naik lagi menjadi kurang lebih 50 orang,” tambahnya.
Editor: Suwoko




