BETANEWS.ID, JEPARA – Ratusan pengunjung tampak hampir memenuhi bibir Pantai Teluk Awur, Desa Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, sore itu. Di sore yang terasa hangat, mereka tampak asyik bermain air maupun pasir bersama keluarga, kekasih, atau teman. Di antara berbagai pengunjung yang bermain itu, tampak juga beberapa orang yang sigap merekam berbagai aksi mereka dengan latar belakang senja yang tampak indah dipandang.
Pantai dengan ombak yang landai itu memang jadi jujugan favorit para pengunjung untuk menikmati sore. Hal itu terlihat dari ramainya pantai berpasir putih yang berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat Kabupaten Jepara itu.

Selain panorama alamnya yang indah, destinasi wisata ini juga menyediakan fasilitas yang cukup lengkap untuk pengunjung. Ada hotel, villa, gazebo, toilet, musala, penyewaan pelampung, wahana naik perahu nelayan, serta parkiran yang luas.
Baca juga: Pantai Pasir Putih di Jepara Ini Jadi Tempat Favorit Anak Senja Lho, Kamu Sudah Pernah ke Sini?
Saat terasa lelah usai menikmati pemandangan alam Pantai Teluk Awur, tentu tidak lengkap jika melewatkan warung makan untuk bersantai menikmati pemandangan laut sembari menyantap makanan ataupun minuman dengan ditemani kesejukan angin laut.
Di kawasan Pantai Teluk Awur ini juga terdapat warung-warung kecil yang menyediakan makanan mulai dari ayam geprek, seblak, gorengan, rujak, lontong pecel, dan masih banyak lagi.
“Kalau kopi tinggal kopinya, kalau yang biasa kecil-kecil Rp5 ribu. Kalau besar seperti Chocholatos, Good Day Cappucino Rp6 rb, kalau Dancow beda lagi soalnya mahal Rp7 ribu,” tutur Marni Pemilik Warung Yes Coffee, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Pesona Pantai Bandengan yang Selalu Ramai Meski Banyak Wisata Baru Bermunculan di Jepara
Salah satu pengunjung, Zidni, mengatakan, untuk masuk ke pantai yang buka 24 jam ini, pengunjung cukup membayar Rp5 ribu dan parkir sepeda motor Rp2 ribu. Sedangkan untuk wahana naik perahu biayanya Rp10 ribu. Zidni memang cukup sering berkunjung ke Pantai Teluk Awur bersama keluarganya.
“Di sini sekedar jalan-jalan sama istri melepas penat, karena itu momen terbaik menikmati guratan cahaya matahari berwarna merah kekuningan berpadu dengan birunya langit dan lautan ditemani dengan secangkir kopi,” katanya.
Penulis: Cindy Muawanah Khoirunnisak, Mahasiswa PPL IAIN Kudus
Editor: Ahmad Muhlisin

