BETANEWS.ID, DEMAK – Penggilingan padi di Kabupaten Demak mengalami kelangkaan gabah sejak dua minggu yang lalu. Akibatnya pasokan gabah diambil dari luar daerah.
Seperti halnya yang terjadi di UD Subur Jaya 2, Jalan Semarang-Demak, Desa Kalikondang, Kecamatan/Kabupaten Demak, memasok gabah dari wilayah Tegal, Pekalongan, Weleri Kendal, dan Ponorogo. Begitu juga dengan UD Munajaya di Desa Karangmlati yang mengambil gabah dari Weleri, Kendal.
Baca Juga: Harga Gabah Melambung, Pengusaha Penggilingan Padi di Demak Kelimpungan
Harga gabah pada awal bulan September mencapai Rp7. 200 per kilogram. Akibat kelonjakan itu, tidak banyak penggilingan padi berani mengambil gabah dalam jumlah banyak.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Katahanan Pangan, Dinpertanpangan Demak, Dewi Suciati, turut membenarkan situasi tersebut. Mengingat saat ini di Kabupaten Demak masih memasuki masa tanam (MT) tiga.
Selain itu, penggilingan padi dinilai lebih banyak memiliki koneksi pengepul gabah dari daerah-daerah lain. Sehingga saat di Demak mengalami kelangkaan gabah, mereka akan mengambil pasokan dari luar dengan harga yang lebih kompetitif.
“Justru penggilingan padi lebih pandai sebagai pemain pelaku usaha. Mereka memiliki banyak koneksi dari berbagai kabupaten, yang penting harganya cocok, ” katanya, Kamis (14/9/2023).
Dewi menerangkan, mengenai produksi padi di Demak telah telah disesuaikan dengan peraturan bupati (perbub) Nomor 98 tahun 2020, tentang pola tanam dan rencana tanam musim hujan serta musim kemarau.
“Untuk kabupaten/kota yang lain itu kan bisa tiga kali tanam. Kalau di Demak ada perbub yang menerapkan padi, padi, palawija, untuk memutus organisme pengganggu tumbuhan atau OPT, ” ujarnya.
Baca Juga: Dinpertanpangan Demak Pastikan Stok Beras Aman
Kenaikan harga gabah, lanjut Dewi justru lebih berdampak pada penggilingan padi berskala kecil. Sehingga hanya berani menyediakan jasa penggilingan beras.
“Penggilingan kecil akhirnya hanya bersifat jasa, membantu masyarakat yang ingin menggiling padinya untuk kebutuhan sehari-hari. Itu pun stoknya sedikit, ” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

