31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Es Puter Legendaris di Lasem Ini Tiap Hari Laku hingga 500 Porsi, Omzetnya Tak Main-Main

BETANEWS.ID, REMBANG – Warung sederhana di Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang itu tampak ramai pembeli. Mereka datang silih berganti untuk menikmati es puter yang legendaris itu.

Sejak merintis usaha pada 1995 lalu, kedai milik Sumijan (61) itu memang tak pernah sepi pembeli. Pelanggannya juga dari segala usia, dari pelanggan lama hingga yang baru-baru. Apalagi di cuaca yang begitu terik seperti ini, menikmati es puter bakal jadi salah satu cara menghilangkan dahaga.

Saking larisnya, menurut Sumijan, dalam sehari ia bisa menjual 400-500 porsi es puter dengan harga Rp5 ribu. Omzetnya tentu tak main-main yakni mencapai Rp2,5 juta sehari.

-Advertisement-

Baca juga: Dawet Durian Gang 2 Kudus Ini Segarnya Bikin Nagih, Segelas Mana Cukup

“Kalau hari normal, biasanya habis empat sampai lima tremos. Satu tremosnya bisa 90 sampai 100 porsi,” terangnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Di kedainya, ia membuat es puter dari kelapa yang diparut, kemudian dibekukan selama dua jam di termos berisi es batu yang dicampur dengan garam. Es puter itu disajikan dalam mangkuk dengan dua varian rasa, yaitu cokelat dan stroberi.

“Kemudian diberi topping tape ketan, roti tawar, sama mutiara,” ujar Sumijan di kedai yang buka setiap hari mulai pukul 9.00 hingga 19.00 Wib itu.

Baca juga: Es Pisang Ijo Depan Museum Kretek Ini Tak Pernah Sepi Pembeli, Segini Harganya

Selain menjual es puter, ia juga menyediakan bakso, gorengan, dan jajanan ringan. Ini merupakan variasi menu agar pembeli punya pilihan teman saat menikmati es puter.

Bagi Sumijan, es puter ini sudah jadi jalan rezekinya yang awalnya ikut orang jualan usaha yang sama. Namun, saat ikut orang itu, ia merasa pendapatannya tidak mencukupi untuk menafkahi keluarganya. Hingga akhirnya, ia mempunyai inisiatif membuka usaha sendiri yang awalnya dengan jualan es puter keliling. Hal itu dilakukan selama kurang lebih sepuluh tahun, dan akhirnya memutuskan jualan di rumah sesuai sarang sang istri.

Penulis: Faridatul Munawaroh, Mahasiswa PPL IAIN Kudus

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER