BETANEWS.ID, KUDUS – Gerobak es pisang ijo di depan Museum Kretek, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu tampak ramai pembeli yang datang silih berganti. Di tengah cuaca yang begitu terik, minum es memang jadi primadona banyak orang untuk melepas dahaga.
Selain bisa menikmati di tempat, banyak juga dari pembeli yang memilih membungkusnya untuk diminum di tempat lain. Mengingat, es pisang ijo jualan pasangan suami istri Heri (38) dan Musyarofah (37) itu dikemas dalam bentuk gelas cup.

Di sela-sela melayani pembeli, Musyarofah bersedia berbagi cerita dengan Betanews.id tentang usaha yang dirintis pada 2023 itu. Di tempatnya, ia menggunakan pisang raja karena rasanya yang manis dan legit.
Baca juga: Bisnis Es Teh Merajalela di Kudus, Outlet Teh Bintang Bisa Jual hingga Ribuan Cup Sehari di 8 Cabang
Ia mengatakan, varian-varian yang dibuat memang dari ide sendiri karena melihat pisang ijo dengan varian orisinal sudah banyak dijual. Varian itu mulai alpukat, keju, dan alpukat kacang. Harganya juga cukup terjangkau yakni dari Rp6 ribu dampai Rp10 ribu.
“Variannya ide sendiri karena kalau pisang ijo yang orisinal sudah biasa. Di sini, yang best seller itu varian alpukat,” bebernya saat ditemui, Senin (21/08/2023).
Bagi pembeli yang ingin mencoba Es Pisang Ijo ini, bisa datang langsung ke lapaknya pada pukul 9.00-16.00.
“Kalau penjualan memang dilakukan secara offline. Sehari bisa habis sampai 60 cup,” jelasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

