BETANEWS.ID, JEPARA – Tin Aminah Muslikatun (30) terlihat cukup sibuk melayani pembeli di outlet Es Pisang Ijoku di Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Tangannya terlihat cukup cekatan memotong pisang yang kemudian ditata dalam cup.
Di cuaca yang terik, minum es memang jadi salah satu cara menghilangkan dahaga, dan es pisang ijoku milik Atin jadi pilihan orang-orang.
Atin mengaku dapat resep es pisang ijo dari YouTube. Melihat di daerahnya masih jarang orang jualan semacam itu, Atin kemudian berinisiatif merintis usaha.
Baca juga: Es Puter Legendaris di Lasem Ini Tiap Hari Laku hingga 500 Porsi, Omzetnya Tak Main-Main
“Dari kegabutan scroll Hp lihat YouTube, terus nyari-nyari resep, terus dimasak-masak sendiri lalu dibagikan ke tetangga. Tetangga bilang enak, aku inisiatif buat jualan. Daripada di rumah enggak ngapa-ngapain,” ucapnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Es pisang ijoku ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga sore. Di sana, Atin menyediakan varian orisinal mutiara dan bubur sumsum. Harganya sangat murah di kantong, yakni mulai Rp5 ribu kemasan cup, Rp6 ribu mangkuk cup, dan Rp8 ribu di tepak kotak.
Tidak hanya es pisang ijoku, Atin menambah varian baru yaitu bubur nusantara dengan isian bubur sumsum, candil, mutiara, sama cendil pandan, ketan hitam, hingga kacang hijau. Dalam sehari, ia bisa menjual 40-60 porsi. Terkadang ia juga kebanjiran orderan yang mencapai 100- 120 cup.
“Memperbanyak menu gitu lah. Sama menaikkan makanan tradisional biar tidak hilang gitu, karena udah jarang yang bikin,” beber dia.
Baca juga: Dawet Durian Gang 2 Kudus Ini Segarnya Bikin Nagih, Segelas Mana Cukup
Tidak berhenti di situ, ke depannya Atin berharap es pisang ijoku ini tambah ramai pembeli, karena lihat daerah Pecangaan belum ada yang jual.
“Harapan ke depannya semoga tambah ramai, banyak tambah pelanggan, pokoknya berkah barokah,” tandasnya.
Penulis: Hidayatur Risma, Mahasiswa PPL IAIN Kudus
Editor: Ahmad Muhlisin

