Buku Antawacana di Sunyi Kurusetra, Perwujudan Kisah-Kisah Pewayangan dalam Kehidupan Masa Kini

Masuk pada pembedah kedua, Saroni Asikin, seorang novelis, mengakui kelebihan pada buku tersebut, yakni pada teknik naratifnya. Meski begitu, pria yang akrab disapa Saroni itu juga mengkritik jika penulisannya masih terkesan dipaksakan.

“Tidak ada cerita yang sia-sia. Disukai atau tidak disukai bagaimanapun di situ ada pesan. Teks wayang itu mau mengikuti India atau Jawa, semua begitu bebas. Jika Achiar seorang dalang, dia adalah dalang yang patuh dengan balungan lakon. Narasi utamanya patuh dengan teks wayang,” bebernya.

Tak hanya dua orang narasumber yang jadi pembedah, para peserta juga dipersilahkan memberi tanggapan. Hasan Aoni yang juga sudah membaca buku tersebut, mengaku terganggu dengan istilah-istilah yang ditemukan. Satu di antaranya yakni BMW yang ternyata akronim dari Be My Wife. Ia merasa asing dengan istilah tersebut.

-Advertisement-

Baca juga: Melalui Buku ‘Tuhan Tak Pernah Salah’, Sulis Bambang Gugah Kesadaran Sosial

Selain itu, Hasan sapaan akrabnya juga mengaku ada logika-logika yang perlu dipertimbangkan. Hal itu agar secara historical tidak mengganggu pembaca.

“Logika di dalam sastra harus tetap ada. Seperti hitung-hitungan waktu juga saat saya hitung kurang pas. Tapi terima kasih, karena saya jadi tertarik mau baca tentang pewayangan,” ungkapnya.

Selain itu, Hasan juga tidak menemukan konflik yang menarik pada buku itu. Padahal, menurutnya ada banyak cerita yang konfliknya bisa dibuat menarik.

Sebelum acara ditutup, sang penulis Achiar M Permana yang hadir diberikan kesempatan untuk menanggapi. Bukan ingin membela diri, dia hanya bercerita jika sebelum menulis sudah menghitung jaraknya. Bahkan, dia juga sudah bertanya kepada temannya yang ada di Amerika.

“Saya sudah berusaha memunculkan konflik dan logis. Mungkin memang ada keterbatasan dalam penulisan saya yang membuat hal itu masih kurang. Saya juga sudah bertanya kepada teman yang di Amerika. Kalau ternyata kurang tepat berarti saya memilih konsultan yang salah,” candanya disambut tawa.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER