BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan orang tampak berdatangan ke Omah Dongeng Marwah (ODM), Jalan Ngasinan, No 9, Plumbungan, Desa Purworejo, Bae, Kudus, Sabtu (30/9/23). Mereka adalah tamu undangan yang hadir di acara bedah buku berjudul Antawacana di Sunyi Kurusetra, karya Achiar M Permana.
Para tamu undangan yang dipersilahkan masuk ke rumah joglo itu kemudian duduk melingkar dan disambut dengan Tari Kretek. Tak hanya itu, mereka juga disuguhkan dongeng yang dibawakan oleh Haira, anak didik ODM yang masih berusia delapan tahun.
Sambutan hangat dilanjutkan oleh Edy Supratno, Kepala Sekolah ODM, mengungkapkan bahwa sudah banyak buku yang dibedah di sana. Tak hanya menjadi tempat belajar, ODM juga jadi forum hiburan dan seni yang mempunyai cita-cita besar pada pendidikan Indonesia.
“Melalui Pak Hasan Aoni, sudah banyak buku yang di bedah di sini. Meski di pojok tapi memiliki sejarah. Terkait buku ini, saya sangat menikmati. Kalau baca buku biasanya mencari typonya, tapi tidak menemukan,” sambutnya sebelum memasuki acara inti.
Baca juga: Novel Sang Tandak Dikuliti, Hasan: ‘Saya Kecewa, Konfliknya Kurang Berdarah-Darah’
Tiyo Ardianto, alumni ODM yang didapuk sebagai moderator kemudian mengundang para pembedah untuk duduk di depan. Setelah memperkenalkan satu per satu pembedah, ia mempersilakan Jimat Kalimasadha, selaku cerpenis untuk menjadi pembedah pertama.
Jimat sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa cerpen berjudul Tulung di buku tersebut memiliki makna yang sangat dalam. Cerpen itu seperti menyiratkan pergolakan batin sang penulis.
Secara keseluruhan, Jimat menilai bahwa Achiar M Permana sangat menguasai dan mencintai pewayangan, sehingga pada setiap cerita pada buku tersebut disambungkan dengan pewayangan.
“Dia menggunakan barang langka, yaitu kisah-kisah pewayangan. Apapun yang dibahas dengan Achiar akan dikaitkan dengan wayang. Itu keunikan sekaligus membranding diri. Dia juga jeli, satu bahan bisa dibuat banyak masakan. Dia mengajarkan menulis dengan sederhana,” jelasnya.
Baca juga: Novel Sang Tandak Ternyata Sudah Punya Ost, Apakah akan Difilmkan?
Ia melanjutkan, bahwa Antawacana di Sunyi Kurusetra adalah buku yang bagus. Menurutnya, buku tersebut akan membuat pembaca terkejut. Penulis bukan tidak bisa membuat teks yang bagus, tapi mampu membuat dengan sederhana.
“Saya persilakan membeli bukunya di depan,” katanya sambil tertawa sebelum mengembalikan mic ke moderator.

