BETANEWS.ID, JEPARA – Warga Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara mengeluhkan Air PDAM yang keruh. Kondisi ini menyebabkan warga harus beli air galon untuk makan dan minum.
Robiatun (50) dan suaminya, Sumaidi (52) membeberkan, air yang keruh itu terjadi setiap musim kemarau. Menurut mereka, penyebab keruhnya air karena instalasi pipa PDAM sudah lama tak diganti.
Namun, karena kebanyakan warga Kedungmalang memiliki tingkat penghasilan ekonomi yang rendah, mereka terkadang juga terpaksa mengonsumsi air yang keruh dengan cara diendapkan terlebih dahulu.
Baca juga: Lulusan SMK Penyumbang Angka Pengangguran Tertinggi di Jepara
“Kalau ibu buat masak sama minum itu beli air galon. Yang buat masak itu harganya Rp5 ribu per galon, kalau buat yang minum Rp8 ribu. Cuma kadang kan nggak semua bisa beli air galon, ya kadang ada yang dikonsumsinya pakai Air PAM,” kata Robiatun saat ditemui Betanews.id, Selasa (22/8/2023).
Untuk memenuhi kebutuhan air, Robiatun harus mengeluarkan uang sekitar Rp80 ribu sebulan. Rinciannya, Rp50 ribu untuk membeli air galon, sedangkan Rp30 ribu untuk membayar tagihan air PDAM.
Dengan kondisi ekonomi warga Kedungmalang yang hanya mengandalkan hasil dari tangkapan laut, membuat warga merasa keberatan dengan jumlah uang yang harus mereka keluarkan untuk mencukupi kebutuhan air.
“Dengan uang segitu ya sebenarnya keberatan, jadi harapannya diperbaiki itu PDAMnya biar airnya bersih, biar masyarakatnya sehat,” harap Robiatun.
Robiatun ingin pipa instalasi air PDAM yang sudah sering rusak agar diganti oleh pihak yang bersangkutan. Sebab, rusaknya pipa tersebut yang kemudian hanya ditambal membuat lumpur ikut masuk ke dalam pipa sehingga menyebabkan air yang mengalir tidak bisa jernih.
Baca juga: Jumlah Anak Tidak Sekolah di Jepara Terus Menurun, Kini Tinggal 2.997 Anak
“Intinya kami berharap pipa paralonnya itu bisa diganti, karena sudah nggak layak itu. Kalau rusak cuma ditembel, lambir (lumpur) kan ikut masuk,” kata Sumaidi menambahi.
Warga RT 4 RW 2 itu menceritakan, dengan hadirnya air dari PDAM sekarang ini memang sudah disyukuri oleh warga sekitar. PDAM sendiri menurut Robiatun sudah ada di Desa Kedung Malang pada 1997.
“Dulunya saat belum ada air PDAM, warga harus membeli air menggunakan perahu sampai ke daerah Bongpes yang berada di Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan,” ungkapnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

