Tinggalkan Profesi Guru SD, Paulin Pilih Rintis Jualan Zuppa Soup yang Kini Makin Ramai

BETANEWS.ID, KUDUS – Dua orang pria dan wanita tampak sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti di sebuah outlet tepi jalan Kelurahan Wergu Kulon, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Outlet Zuppa Soup itu memang sadang banyak diperbincangkan warga Kudus karena menu tersebut biasanya hanya bisa ditemui di acara pernikahan.

Di sela-sela kesibukannya melayani pembeli, pasangan suami istri Doni Murdiyanto (42) dan Paulin (41) itu bersedia berbagai cerita soal ide usahanya tersebut. Doni menjelaskan, usaha itu merupakan upaya keduanya mencari rezeki setelah sang istri keluar dari guru SD 2014 lalu, karena harus merawat mertuanya yang sakit.

Zuppa Soup yang siap disajikan Doni. Foto: Anita Purnama

Selepas itu, mereka sebenarnya mendirikan bimbingan belajar yang cukup ramai murid. Namun karena ingin punya tambahan penghasilan, mereka akhirnya coba-coba jualan zuppa soup.

-Advertisement-

Baca juga: Tak Perlu Menunggu Musim Nikahan, di Kudus Ada yang Jualan Zuppa Soup Lho!

“Tahun 2014 istri keluar dari kerjaan, karena merawat ibu saya. Sedangkan saya saat itu juga kerepotan merawat anak-anak dan mengurus bimbel. Dulu juga pernah kerja di pabrik Bayern selama satu tahun lalu pindah kerja di Koperasi selama tiga tahun, tapi keluar karena pernah mengalami kecelakaan. Istri saya takut kejadian lagi jadi saya diminta keluar,” beber dia saat ditemui, beberapa waktu lalu.

Menurut Paulin, memilih jualan zuppa soup itu setelah dapat saran dari ponakannya. Saran itu langsung mereka eksekusi karena pada 2020 karena bimbel lagi sepi sejak adanya pandemi Covid-19.

“Alasan membangun zuppa soup karena saat itu bimbel sepi karena adanya pembatasan aktivitas. Jadi coba mutar otak bagaimana tetap bisa bertahan. Lalu keponakan yang di Yogyakarta menyarankan untuk jualan zuppa soup karena di sana lagi viral,” ujar perempuan asal Pemalang itu.

Baca juga: Cita-Cita Mulia Tante Gita Saat Rintis Teh Mommy: Ingin Beri Kerjaan Banyak Orang

Paulin mengungkapkan, saat awal merintis usaha, dirinya sering mengalami kegagalan dalam membuat adonan pastry hingga naik turunnya harga bahan baku. Namun, dengan tekad yang kuat usaha itu ternyata mampu bertahan selama tiga tahun dan kini makin ramai.

Di lapaknya, mereka menjual zuppa soup seharga Rp14 ribu. Selain itu ada juga minuman seperti es teh original, lemon tea, leci tea, dan lava jelly yang dibandrol dari Rp4 ribu sampai Rp7 ribu.

“Selain jualan di sini, saya juga jualan saat CFD setiap hari Minggu mulai jam 5.00-09.00 di Jalan Dokter Ramelan depan Kencana Ungu,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER