31 C
Kudus
Kamis, Juni 13, 2024

Perjuangan Difabel Jauh-jauh dari Ciamis Jualan Bendera di Kudus, Malah Sepi Pembeli

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Jendral Sudirman, Timur SMAN 1 Bae Kudus, seorang pria dengan dua tongkat yang tersandar sedang duduk di kursi sambil merapikan beberapa bendera dan berharap ada pembeli yang membeli bendera yang dijualnya. Dia adalah Devi Arisandi, penjual bendera asal Ciamis, Jawa Barat.

Saat ditemui, Arisandi berbagi informasi tentang penjualannya. Penjualan bendera tahun ini dirasakannya sangat menurun drastis dari tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Perjuangan Khafid Berjualan Mainan Anak, Tetap Bertahan Meski Digempur Toko Online

-Advertisement-

Tahun lalu yang bisa menjual hingga 70 persen barang yang di bawanya dari kota kelahirannya itu.

“Tahun ini penjualan bendera menurun drastis. Dari pengalaman selama 10 kali berjualan di sini (Kudus), tahun ini paling parah,” katanya, Senin (14/8/2023).

Biasanya saat mendekati tanggal 17 Agustus, penjualan bendera bisa ramai karena sudah mendekati puncaknya. Namun hal itu tidak dirasakan pria berusia 35 tahun tersebut. Selama berjualan dari awal Agustus ini, pernah dalam sehari tidak ada satupun bendera yang terjual.

“Paling ramai itu sehari laku lima biji. Kalau dibandingkan dengan tahun lalu sangat jauh sekali. Sebab, tahun lalu tanggal 5 Agustus itu bisa menjual 60 persen barang, namun saat ini sepi banget,” ungkapnya.

Saat ini, Arisandi hanya menjual 30 persen barang dari tiga karung yang dibawanya. Ia mulai berjualan dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Meski mempunyai kekurangan fisik, Arisandi tak mau mengeluh dan tetap berusaha. Ia sudah memiliki keluarga sendiri dengan mempunyai dua anak yang harus dihidupi.

“Ini sudah dari lahir, jadi bukan karena kecelakaan. Namun bagaimanapun kondisinya harus tetap berusaha karena saya mempunyai dua anak yang harus dihidupi,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, pekerjaan sehari-harinya di luar momen agustusan adalah menjadi buruh di salah satu pabrik pengolahan makanan ringan di Ciamis dengan honor yang biasa-biasa saja. Dengan memanfaatkan momen bulan Agustus itu, Dia bisa mendapatkan penghasilan lebih dari pekerjaan sehari-harinya.

“Kalau keseharian kerja di pabrik olahan singkong dan makaroni. Ini ijin dua Minggu untuk berjualan bendera. Karena sebelumnya, dengan berjualan bendera itu bisa mendapatkan hasil yang lebih banyak. Namun tahun ini ternyata sepi,” jelasnya.

Ia menambahkan, selama berjualan di Kudus, ia ditemani adik dan satu orang temannya yang sama-sama ikut bos bendera dari Ciamis juga. Rencana, jika memang hari ini penjualan masih saja sepi, ia akan memutuskan untuk pulang.

Baca Juga: Kisah Joko Elysanto, Pejuang Kelestarian Aksara Jawa yang Hidup Menantang Kemapanan

“Karena kalau tidak tidak uang setoran yang kemarin juga ikut berkurang. Sebab hidup di sini juga membutuhkan makan dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Ia menambahkan, ia menjual beberapa bendera dengan jenis bendera merah putih, umbul, dan background. Sedangkan untuk harganya dipatok mulai Rp 25 hingga 85 ribu.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
139,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER