31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Napak Tilas Desa Bulak yang Hilang Ditelan Abrasi di Jepara

BETANEWS.ID, JEPARA – Warga Desa Bulak Baru, Kecamatan Kedung, jadi saksi hilangnya sebuah desa akibat ditelan abrasi di Jepara. Warga harus direlokasi ke tempat baru karena area desa terus terkikis air laut dan kini sudah jadi laut dan tambak.

Carik Desa Bulak Baru, Somad Abduh, menjelaskan, abrasi ini sudah terjadi sejak 1971 dan perpindahan besar-besaran baru dilakukan pada 1981 setelah terjadi tsunami kecil.

Bekas Desa Bulak yang kini sudah menjadi lautan. Foto: Umi Nurfaizah

“Relokasi pertama itu tahun 1971, ada angin ribut. Saya masih kecil waktu itu, kemudian sepuluh tahun kemudian di tahun 1981 mulai relokasi ke wilayah Bugel. Yang tadinya Desa Bulak jadi Bulak Baru, karena wilayah yang ditempati itu miliknya orang Bugel,” katanya saat ditemui di Balai Desa Bulak Baru, Rabu (16/8/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Abrasi Tak Terbendung, Desa Hilang di Demak Terancam Terus Bertambah (2/6)

Somad bercerita, dulunya Desa Bulak memiliki wilayah daratan yang sejajar dengan Kampus Undip yang berada di Desa Teluk Awur pada saat Indonesia masih dikuasai oleh Belanda. Kemudian daratan tersebut mulai terkikis secara perlahan akibat abrasi. Bahkan di tahun 1945, menurut Somad juga masih terdapat jalan yang bisa dilewati mulai dari depan Pasar Semat sampai wilayah Kedung.

“Jalan itu dulu menurut cerita juga pernah dilewati Bung Karno pada saat mau ziarah ke Makam Mantingan. Bahkan menurut cerita daerah itu juga pernah dibuat lubang-lubang untuk menghalau tentara Sekutu ketika Jepang ingin aman di daerah Jepara,” katanya.

Warga Desa Bulak dulunya, menurut Somad, juga dikenal sebagai masyarakat yang tersohor. Dengan kekayaan hasil alam yang dimiliki, warga Desa Bulak bahkan memiliki kereta kencana yang sering dipinjamkan kepada masyarakat desa lain.

“Leluhur Desa Bulak itu dulu dikenal pemberani, sering disebut bajak laut lah. Karena kalau ada perahu yang datang ke wilayah Bulak itu sering dihadang. Nah, mereka dulu sembunyinya di Pulau Bokor, sekarang sudah hilang juga,” ujarnya.

Baca juga: 74 Persen Tambak di Demak Terkena Rob, Kerugian Ditaksir Capai Rp14,2 Miliar

Kini setelah 42 tahun setelah tsunami kecil yang menghilangkan Desa Bulak, menurut Somad, banyak warga yang masih memiliki ketakutan akan terjadinya kembali abrasi di Desa Bulak Baru. Sebab, setiap tahunnya wilayah pesisir Desa Bulak Baru juga mengalami penurunan akibat abrasi.

“Di tahun ini aja, baru enam bulan wilayah yang tergerus sudah hampir 20 meter, cepet sekali itu tergerusnya,” katanya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER