Cerita Alit Tariana Nekat Jual Bendera 24 Jam Sendirian di Pinggir Jalan Kota Solo

BETANEWS.ID, SOLO – Seorang penjual bendera tengah melayani pembelinya di perempatan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Solo, siang itu. Sesekali, ia juga menata dagangannya agar tampak menarik konsumen.

Pria itu adalah Alit Tariana, pedagang bendera dan umbul-umbul musiman asal Garut, Jawa Barat. Menjelang HUT Kemerdekaan RI, Alit mengais rezeki dengan menjadi pedagang bendera di Kota Solo.

Alit sedang menunggu pembeli bendera di lapaknya di Perempatan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Solo. Foto: Khalim Mahfur

Namun sayangnya, sejak berjualan 20 Juli 2023 lalu, belum banyak bendera yang berhasil ia jual. Ia bahkan sampai berjualan di lokasi tersebut selama 24 jam.

-Advertisement-

Baca juga: Cerita Leli, Merantau untuk Jual Bendera, Sempat Mau Pulang Karena Sepi

“Belum (terlalu tinggi penjualannya). Paling kadang-kadang nggak dapat, sampai zonk gitu, nggak dapat sama sekali, paling 3, 2 gitu, habis aja buat makan,” katanya kepada Betanews.id, Senin (31/7/2023).

“Saya kalau di sini 24 jam, dari pagi sampai malam pagi lagi, kadang tidur di sini,” ujarnya.

Meski berjualan di pinggir jalan, Alit mengaku tidak takut buka 24 jam hingga tidur di lokasi berdagangnya.

“Ah nggak, di sini kan ada banyak orang dari siang sampai jam 4 pagi ramai. Waktu tahun kemarin pernah sekali ada yang beli jam 12 malam itu bangunin, tapi cuma sekali  belinya cuma 2 bendera yang buat rumah itu,” ceritanya.

Meskipun ia menjual bendera dengan harga yang cukup murah, yakni Rp5 ribu untuk yang kecil dan ukuran besar dihargai lebih dari Rp100 ribu, ia hanya mendapatkan untung sedikit.

“Yang panjang itu harganya Rp150 ribu dari bosnya, kadang saya jualnya itu paling nawarin Rp200 ribu,  kejualnya Rp160 ribu gitu, Rp170 ribu. Paling ngambil untung Rp10-20 ribu gitu,” katanya.

Baca juga: Jelang Agustus, Penjual Bendera Mulai Mangkal di Kudus

Beberapa tahun belakagan ini, Alit mengaku pendapatannya dari berjualan bendera di Solo tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya.

“Dulu pernah nombok Rp2 juta, tapi tahun-tahun yang dulu, tapi yang sekarang-sekarang alhamdulillah, karena ngambil barangnya dari saudara gitu. Kebetulan bosnya juga masih saudaraan sama saya,” katanya.

Selama 10 tahun, Alit selalu menjadi pedagang musiman di Kota Solo. Namun, setelah musim Agustusan selesai, ia kembali ke daerahya dan bekerja sebagai pedagang bakso keliling.

“Ya kan di sini ada saudara, kalau mau ketemu saudara nggak keluarin ongkos sambil nyari di sini,” kata dia.

Baca juga: Warganya Dianggap Lebih Nasionalis, Penjual Bendera Asal Garut Ini Pilih Jualan di Jepara

“Ya luamayan ada (keuntungan berjualan bendera), tapi yang namanya jualan di kampung orang harus ngirit, biar bisa bawa buat di rumah. Kalau makan juga sederhana lah, makan rokok gitu supaya bisa bawa ke rumah sama buat oleh-oleh gitu lah ya,” kata dia.

Alit sendiri mengaku mempunyai 3 orang anak. Dua di antaranya masih duduk di bangku sekolah dan satu lainnya kali ini ikut berdagang bendera dengannya di Solo.

“Ya kan namanya nyari nafkah ke mana aja, nyari rejeki ke mana aja asal hatinya mau ke mana gitu ya. Mudah mudahan sebelum tanggal 16 (bendera) sudah habis,” katanya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER