BETANEWS.ID, KUDUS – Leli Sahdiyah siang itu terlihat merapikan bendera barang dagangannya di sela sela pohon pinggir jalan. Dengan sigap, wanita berusia 18 tahun itu kemudian menata kembali bendera tersebut.
Saat ditemui, perempuan muda asal Jawa Barat itu kemudian sudi berbagi kisahnya pertama kali menjual bendera. Dia menuturkan, tahun ini merupakan tahun pertama kalinya ia ikut merantau menjual bendera pada momen agustusan. Pasalnya, ia baru saja merampungkan pendidikan tingkat SMA pada tahun ini.
Baca Juga: Kisah Kesuksesan Mahrus Jadi Bos Jeroan: Dari Terlilit Utang, Diusir Warga, hingga Nyaris Dibunuh
“Karena pengen cari pengalaman dengan berjualan bendera itu seperti apa. Sebab, banyak tetangga yang merantau berjualan bendera ke beberapa daerah di luar kota,” katanya, Senin (24/7/2023).
Ia menjelaskan, ia mulai berjualan bendera sejak 18 Juli 2023. Hingga saat ini, penjualan bendera masih sepi pembeli. Jika dirata-rata, tiap harinya hanya bisa menjual satu item saja.
Hal itu, kemudian membuat Leli jenuh hingga ingin pulang ke kampung halamannya karena penjualan bendera sepi. Meski begitu, ia mengaku mendapat semangat dan motovasi bosnya agar tetap bertahan berjualan bendera.
“Karena saya baru pertama kali berjualan bendera dan tidak tahu kapan ramainya, sehingga saat ini sepi pembeli sempat mau pulang saja. Tapi karena bos bilang ada saatnya ramai, saya pun bertahan. Dan semoga saja nanti ramai pembeli,” tuturnya.
Leli menuturkan, hasil dari jerih payahnya itu nantinya akan diberikan kepada orang tuanya yang selama ini telah merawatnya.
Baca Juga: Tak Lagi Muda, Tangan Renta Karsinah Masih Sanggup Anyam Bambu
Di sana, kata Leli, pihaknya menyediakan berbagai macam jenis bendera, mulai dari bendera background, umbul-umbul, bandir, until, renteng, layur, background semi, background cantik, background jadul, background mini, dan lainnya.
“Kalau untuk harga berbeda, mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 300 ribu. Tergantung jenis bendera yang diinginkan pembeli,” jelasnya.
Editor: Haikal Rosyada

