Tak Lagi Muda, Tangan Renta Karsinah Masih Sanggup Anyam Bambu

BETANEWS.ID, JEPARA – Di usianya yang tidak lagi muda, Karsinah (65) warga Desa Troso Rt 3, Rw 4, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara tetap setia menjadi perajin anyaman bambu.

Ditemui di kediamannya, Karsinah bercerita bahwa ia sudah mulai belajar menganyam sejak duduk di bangku SD. Di sekitar lingkungan tempat tinggalnya ketika kecil banyak yang bekerja menjadi pengrajin anyaman bambu.

Baca Juga: Kisah Pilu Nenek Sebatang Kara di Margoyoso Pati yang Tinggal di Gubuk Reyot

-Advertisement-

“Ya dulu nggak ada belajarnya, liat aja orang yang bikin terus ditiru. Dulu banyak di sini, sekarang sudah banyak yang meninggal,” katanya pada Betanews.id, Sabtu (22/7/2023).

Keahliannya yang sudah puluhan tahun menjadi pengrajin anyaman bambu tak perlu diragukan lagi, tangan renta Karsinah begitu cekatan menganyam bilah-bilah bambu menjadi bentuk keranjang yang biasanya dijadikan sebagai tempat buah.

Tidak hanya menganyam, Karsinah juga memotong serta mengirat (membagi) sendiri potongan bambu yang masih berbentuk utuh. Sehingga dalam sehari ia hanya mampu menghasilkan lima buah keranjang.

“Kalo cuma nganyam aja ya cepet, ini kan masih mecah bambunya dulu, terus diirat (potongan bambu yang lebih tipis), baru di anyam. Itu yang bikin lama,” ujarnya.

Diakui Karsinah, Menganyam bambu memang sudah menjadi aktivitas yang sulit ditinggalkan. Dengan hal itu, dia juga bisa tetap mendapatkan penghasilan di usia yang tergolong lanjut usia.

“Daripada nganggur, nggo dolan malah ngomong, mending nganyam di rumah, masih bisa dapet sedikit-sedikit, lumayan bisa buat beli kebutuhan sendiri,” ujarnya.

Satu keranjang buatan Karsinah, biasanya dihargai dengan harga Rp 10 – 15 ribu per keranjang. Sementara untuk ukuran yang besar, ia jual dengan harga Rp 30 ribu per keranjang.

“Kalau yang besar Rp 30 ribu, itu yang masih anyaman biasa, kalau sudah diberi gapit Rp 60 ribu per keranjang,” ujarnya.

Satu ikat bambu seharga Rp 20 ribu yang ia beli biasanya mampu disulap menjadi enam sampai dengan delapan keranjang.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER