31 C
Kudus
Kamis, Februari 22, 2024

Kisah Kesuksesan Mahrus Jadi Bos Jeroan: Dari Terlilit Utang, Diusir Warga, hingga Nyaris Dibunuh

BETANEWS.ID, BLORA – Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin kalimat tersebut tepat untuk menggambarkan awal perjalanan Mahrus (41) merintis usaha. Di balik kesuksesannya, pria yang kini memiliki 20 karyawan itu ternyata menyimpan kisah tragis, mulai terlilit hutang hingga persaingan bisnis dengan mempertaruhkan nyawa.

Mahrus nekat terjun menjadi agen jeroan ayam pada 2013 karena terpikat ajakan temannya. Mulanya, bisnis tersebut berjalan lancar dan cukup sukses, hingga dia berpikir untuk naik level menjadi distributor. Tak main-main, dia nekad ambil pinjaman dari bank sebesar Rp100 juta dan menguras tabungan dari jual plastik selama lima tahun.

Mahrus turun langsung memeriksa kualitas jeroan yang akan dikirimke kastemer di gduang miliknya di Blora. Foto: Kaerul Umam

Namun nahas, rencana warga Desa Seso RT 1 RW 1, Jepon, Blora itu tidak berjalan dengan lancar, karena spekulasinya gagal. Selain tabungan melayang, dia juga harus menanggung utang.

Baca juga: Kisah Jatuh Bangun Marjan, Juragan Ikan yang Pernah Bangkrut hingga Terlilit Utang

“Gagalnya itu karena saya belum paham betul, tapi sudah nekat ambil kontrak pemotongan ayam di Salatiga. Cuma berjalan tiga kali, sekali ambil kisaran 1,5 hingga 2 ton. Ambil pertama habis, kedua nggak laku karena barang jelek, dan ketiga cuma laku setengah,” ungkapnya, pekan lalu.

Saat itu, Mahrus hanya berpikir jika ambil langsung di pemotongan akan mendapat harga lebih murah. Ternyata, dia tidak mempersiapakan cara penyimpanannya, sehingga merugi. Kejadian itu membuat Mahrus mendapat pelajaran berharga dalam bisnis jeroan.

“Setelah itu saya belajar cara menyimpan barang dan ambil dari Jombang lagi meski beda tempat. Sudah mulai berjalan stabil masalah kembali datang. Saya ada masalah sama teman sesama pedagang jeroan. Kali ini samapai berdarah-darah,” beber pria kelahiran Juwana, Pati itu.

Barang dagangan yang langka membuat Mahrus saling berebut dengan temannya. Karena pembayarannya bagus, membuat pihak pemotongan memprioritaskan Mahrus. Temannya yang mengetahui hal itu pun tersulut api cemburu.

Baca juga: Mobil Isuzu NMR 71 T SDL Antarkan Bisnis Marjan ke Puncak Kejayaan

“Teman saya sampai mengancam bosnya, kalau barang tetap dikirim ke saya, mobilnya akan digulingkan. Lalu yang ngirim nggak berani, jadi kita janjian di jalan. Saya juga diancam, kalau diteruskan akan ada banjir darah,” ucap bapak dua anak itu.

Setelah sepakat bertemu di jalan, Mahrus meminta sopirnya untuk ambil barang melalui jalan alternatif. Karena dia tidak memberi tahu tentang konflik yang ada kepada sang supir. Membuat supirnya pulang lewat jalan utama.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER