31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Bantu Produk Lokal Mendunia, Kampus UMKM Fasilitasi Kelas Ekspor

BETANEWS.ID, SOLO – Keberadaan perusahaan e-commerce sangat memudahkan masyarakat, bukan hanya orang yang ingin mencari barang namun juga pedagang dapat memanfaatkannya untuk berjualan.

Kebutuhan para pedagang untuk memasarkan dagangannya pernah diuji saat Pandemi Covid-19 melanda. Karena tidak bisa menjual produknya secara langsung, pedagang sangat terbantu dengan hadirnya e-commerce ini. Bukan hanya memasarkan produk di pasar lokal, namun juga merambah pasar gobal.

Baca Juga: Tak Perlu Menunggu Musim Nikahan, di Kudus Ada yang Jualan Zuppa Soup Lho!

-Advertisement-

Seperti Muhammad Rifqi Nahdi yang berhasil menjual mukena dengan motif priting yang ia produksi dan berhasil menjualnya ke beberapa negara di Asia. Saat pandemi lalu, ia mengikuti kelas Kampus UMKM Shopee Ekspor yang ada di Solo untuk mengembangkan bisnisnya.

“Jadi perkembangan ini cukup lumanyan pesat. Di kuartal akhir 2020, terus kita kan juga berjuakna fokus di Shopee ini yang memberikan fasiulitas pendukung buat para seller (penjual), termasuk live streaming, termasuk program ekspor, terus kita memutuskan untuk fokus di sini,” kata dia.

Menurut Rifqi, sangat sulit bagi para penjual di Tanah Air untuk memasarkan sendiri produknya jika ingin menjangkau pasar global. Terlebih dengan adanya sederet peraturan yang harus dipatuhi oleh para pedagang. Dengan mengikui program dari Shopee ini, ia berhasil memasarkan mukena produksinya ke Malaysia, Singapura dan Thailand.

“Kalau nggak salah 2021 akhir, pas masih pandemi, cukup banyak juga untuk orderan yang di ekspor itu, terutama pasar muslim yang di Malaysia. Selain itu kita ada juga di Singapura sama di Thailand, tapi masih belum maksimal karena muslimah di sana (Thailand) kan juga lebih sedikit,” ungkapnya.

Dengan hasil tersebut, kini banyak pengusaha yang ingin belajar untuk memasarkan produknya melalui Kampus UMKM Shopee Ekspor ini. Salah satunya adalah Aviana (22) , seorang pebisnis kuliner rumahan dengan produk pangsit gulung dan tempe krispi bernama “Serimpi”.

Sebelumnya, bisnis ini telah ia jalani bersama keluarganya sejak 2017. Mulanya ia menjajakan dagangannya dari pintu ke pintu. Namun dalam kurun setahun terakhir ia memberanikan diri menjajal pasar online, salah satunya melalui e-commerce Shopee.

“Alhamdulillah peningkatan (bisa lebih dari) dua kali lipat. Perbulannya kita produksi 15 – 20 kilogram. Omzetnya Rp5 juta ada,” paparnya.

Kini, Aviana ingi mengembangkan bisnisnya dan sedang menjalani pelatihan (training) di Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo. Bersama puluhan trainee lainnya, Aviana mempelajari cara produksi, pemasaran, hingga pengemasan produk.

Trainer Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo, Dias Bahary menjelaskan ada tiga kelas yang dapat dipelajari peserta di kampus ini. Yakni mulai kelas dasar, menengah, sampai ekspor.

“Untuk modul dasar ada proses pembuatan toko, kemudian proses pesanan, dan fitur merketing. Untuk modul 4 dan 5 ada point pinalti, kita mempelajari terkait seller center. Modul 6 dan 7 terkait fitur iklan dan promosi. 8 dan 9 baru ekspor, terdiri dari modul Shopee live, Shopee video, dan persiapan program ekspor sampai si seller bisa ekspor brg shopee,” terangnya.

Baca Juga: Kenyal, Manis, Agak Lengket, dan Disukai Muda-mudi Kudus, Apa Itu?

Dias menjelaskan, selain pengajaran bisnis, Kampus UMKM Shopee Ekspor memberikan fasilitas bantuan pembuatan toko, fasilitas edukasi, fasikitas manajemen logistik, fasikitas pemasaran berupa spot live streaming, spot foto produk, fasilitas ekspor, dan lainnya.

“Kriteria mereka yang mau ekspor yaitu satu produk minimal memiliki 2 stok, usia toko lebih dari tiga bulan, tiga pesanan dalam satu bulan terakhir. Kemudian bila sudah memenuhi kriteria akan mendaftarkan diri, bisa dicek di seller.co.id. Pendaftarannya bisa melalui akun shopee atau di website terkait ekspor,” paparnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER