31 C
Kudus
Minggu, April 14, 2024

6,16 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp 7 M Dimusnahkan Pemkab Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – 6,16 juta batang rokok ilegal berbagai merek dimusnahkan oleh Pemerintah kabupaten (Pemkab) dan Bea dan Cukai Kudus. Rokok yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan periode Januari hingga Juni atau semester pertama di tahun 2023.

Pemusnahan dilakukan di halaman Pendopo Kudus, Jum’at (4/8/2023). Dibuka langsung oleh Bupati Kudus Hartopo dan dihadiri beberapa Organisasi Perangkat Daerah Kudus maupun dari daerah tetangga.

Baca Juga: Elemen Masyarakat Kudus Gelar Demo Minta Usut Kasus Dugaan Korupsi di Dinas Kesehatan

Bupati Kudus, Hartopo mengatakan, pemusnahan barang kena cukai berupa rokok ilegal diperoleh dari hasil tindakan rutin Kantor Bea dan Cukai Kudus untuk mencegah peredaran barang kena cukai ilegal yang berada di wilayah Eks Karesidenan Pati.

“Hasil tindakan Bea Cukai dan Satpol PP se-Karesidenan. Semua dimusnahkan untuk memberikan efek jera pelaku dan mencegah peredaran rokok ilegal,” ujar Hartopo kepada Betanews.id, Jum’at (4/8/2023)

Pihaknya berharap, penindakan dan pemusnahan barang kena cukai ilegal untuk terus dilakukan. Agar Kabupaten Kudus zero peredaran barang kena cukai ilegal. Sehingga nantinya meningkatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

“Dengan begitu dana cukai akan memberikan kontribusi yang lebih maksimal terhadap kesejahteraan masyarakat Kudus,” katanya.

Selain penindakan, Pemkab Kudus bersama Kantor Bea dan Cukai Kudus juga rutin menyelenggarakan sosialisasi perundang-undangan di bidang cukai kepada masyarakat Kudus. Dengan harapan, masyarakat dapat memahami dampak negatif peredaran rokok ilegal.

“Kita ada anggaran sosialisasi kepada masyarakat. Harapannya mereka mengerti sumber anggaran dan peruntukannya,” ungkapnya.

Dalam upaya merangkul para pelaku usaha rokok legal skala kecil, Pemkab juga telah menyediakan kawasan produksi rokok berupa KIHT yang dianggarkan melalui sebagian DBHCHT.

Sementara itu, Kepala Kantor Bea dan Cukai Kudus Arif Setijo Nugroho mengungkapkan, pemusnahan barang bukti yang telah ditindak merupakan pertama kalinya dilaksanakan dengan biaya yang bersumber dari anggaran DBHCHT.

“Selama ini kami laksanakan sendiri pemusnahan di Kantor Bea dan Cukai. Kami berharap pemusnahan berikutnya juga dianggarkan dari DBHCHT Kudus, meskipun nantinya dilaksanakan di wilayah lain di Karesidenan Pati,” ujar Arief.

Diungkapkannya, rokok ilegal masih banyak beredar di wilayah Eks Karesidenan Pati. Menurut data yang disajikan, per Mei 2022 hingga Mei 2023 kerugian negara akibat peredaran rokok ilegal mencapai Rp 4,7 miliar lebih dari perkiraan nilai barang yang mencapai 7 miliar lebih.

“Kita harus selalu bersatu menggempur peredaran rokok ilegal untuk mengamankan penerimaan negara sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ajaknya.

Kasatpol PP Kudus, Kholid Seif menyebut Kantor Bea Cukai Kudus bersama Satpol PP se-Eks Karesidenan Pati telah mengamankan kemudian memusnahkan barang bukti berupa rokok ilegal sebanyak 6,16 juta batang dengan perkiraan nilai sebanyak Rp 7 miliar. Pihaknya juga telah mempersiapkan 10 armada truk untuk mengangkut barang bukti ke lokasi pemusnahan di TPA Tanjungrejo.

“Kita akan musnahkan barang bukti secara simbolis di Halaman Pendapa Kudus, dan sisanya akan dimusnahkan di TPA Tanjungrejo, Jekulo,” sebutnya.

Baca Juga: Kepala Dinas Kesehatan Kudus Tegaskan Pengadaan Barang dan Jasa Sudah Sesuai Regulasi

Kholid mengusulkan, kegiatan yang rutin dilaksanakan tiap tahun ini dapat dilaksanakan secara bergilir di wilayah Eks-Karesidenan Pati.

“Diharap kegiatan ini dapat dilaksanakan tiap tahunnya secara bergilir se-Eks Karesidenan Pati,” harapnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER