BETANEWS.ID, DEMAK – Berkunjung ke TPI Wedung Demak, tidak lengkap jika belum melihat proses produksi ikan asin terbesar di sana. Lebih dari 20 pekerja perempuan setiap harinya mengolah berbagai jenis ikan untuk dikeringkan.
Pemilik usaha ikan asin itu bernama Muhamad Zanib (54). Ia mengatakan, dalam sehari tempatnya bisa menghasilkan dua sampai tiga kuintal ikan asin. Kalau yang basah produksinya mencapai enam kuintal sehari.

“Saat kemarau itu panen banyak. Sehari bisa 1 ton 2 kuintal (ikan asin),” ungkapnya saat ditemui betanews.id, Sabtu (8/7/2023).
Baca juga: Ikan Asin Produksi Warga Dukuh Bongkol Indah Demak Ini ada yang Rasanya Gurih Manis
Di tempatnya, Zanib mengolah lebih dari 15 jenis ikan, seperti ikan layur, blusuk, petek, kembung, dan lemang. Aktivitas pengolahan itu dimulai dari pukul 7.00 sampai 12.00 WIB.
Sebelum dijemur, ikan digarami lalu didiamkan selama semalam, kemudian dibersihkan dari kotorannya. Sedangkan proses pengerikan ikan asin membutuhkan waktu selama dua hari. Hal itu juga disesuaikan dengan ketebalan daging ikan.
“Ikan digarami dikasih es itu sore, paginya baru dibelah. Pengerikan tergantung cuaca, kalau panas bisa sehari setengah kering,” terangnya.
Baca juga: Asap Indah, Sentra Ikan Asap Terbesar di Jateng, Omzet Sehari Rp 500 Juta
Usaha yang sudah berjalan 10 tahun itu, memiliki banyak pelanggan dari penjuru Jawa Tengah. Ikan asin yang sudah siap kirim biasanya akan disetorkan ke beberapa pasar dan diambil oleh pengepul secara langsung. Sedangkan per kilogram dijual mulai dari Rp15-80 ribu tergantung jenis ikan.
“Ngirimnya sering ke Magelang, Temanggung, Purworejo, Solo, Yogjakarta, area Jawa Tengah. Kalau dari pembeli jualnya paling sudah luar pulau Jawa,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

